Gelombang Ganas Telan Kapal Cumi 7 ABK Hilang di Aru

Malutpost.id, Perairan Kepulauan Aru, Maluku, kembali menjadi saksi bisu tragedi laut. Sebuah kapal penangkap cumi, KM Indo Perkasa 03, dilaporkan tenggelam pada Senin (2/2) pagi,

Vian Eka

[addtoany]

Gelombang Ganas Telan Kapal Cumi 7 ABK Hilang di Aru

Malutpost.id, Perairan Kepulauan Aru, Maluku, kembali menjadi saksi bisu tragedi laut. Sebuah kapal penangkap cumi, KM Indo Perkasa 03, dilaporkan tenggelam pada Senin (2/2) pagi, mengakibatkan hilangnya tujuh dari enam belas anak buah kapal (ABK). Sembilan ABK lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden yang diduga kuat akibat hantaman gelombang tinggi.

Peristiwa nahas ini terjadi di sekitar perairan Pulau Wasir Utara, Kabupaten Kepulauan Aru. Menurut Ricko, pengurus perusahaan kapal, KM Indo Perkasa 03 diterjang gelombang setinggi empat meter disertai angin kencang saat dalam perjalanan pulang melaut.

Gelombang Ganas Telan Kapal Cumi 7 ABK Hilang di Aru
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ricko menjelaskan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIT, ketika kapal mulai menghadapi cuaca buruk. Tak berselang lama, gelombang raksasa menghantam lambung kapal, menyebabkan KM Indo Perkasa 03 miring dan kehilangan keseimbangan pada pukul 07.30 WIT. Nakhoda bernama Udin Ace sempat berupaya menyelamatkan posisi kapal yang sudah kemasukan air, namun perjuangan itu tak membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.00 WIT, kapal perlahan mulai karam, memaksa seluruh ABK melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Setelah terombang-ambing di lautan selama kurang lebih dua jam, sembilan ABK beruntung diselamatkan oleh KM Bahtera Nuh, kapal penangkap cumi lain yang melintas di perairan tersebut sekitar pukul 10.00 WIT. Para korban yang selamat kini telah diamankan di Polres Kepulauan Aru untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Pos SAR Dobo, Glen Teupuring, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kecelakaan laut ini pada Senin (2/2) pukul 23.30 WIT. Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI, Basarnas, BPBD, dan Polairud segera diberangkatkan ke lokasi kejadian pada Selasa (3/2) pukul 12.00 WIT untuk memulai operasi pencarian dan evakuasi.

Glen Teupuring menambahkan, tim gabungan masih terus berupaya keras menemukan tujuh ABK yang hilang. Ia juga menghimbau kepada seluruh kapal penangkap cumi maupun kapal lain yang melintasi perairan Aru untuk turut serta membantu pencarian. "Kami berharap korban yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya penuh harap.

Selain itu, Glen mengingatkan para nelayan untuk selalu mengakses informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengingat potensi gelombang tinggi hingga empat meter masih berpotensi terjadi di perairan Aru Maluku.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer