Malutpost.id, Jakarta – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara terkait permintaan maaf Rismon Hasiholan Sianipar. Rismon sebelumnya menuding ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) palsu, namun kini telah menarik pernyataannya. Gibran menyambut baik langkah Rismon, mengaitkannya dengan semangat saling memaafkan di bulan suci Ramadan.
Putra sulung Presiden Jokowi ini menekankan bahwa bulan suci Ramadan adalah momen yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan. "Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran dalam keterangan resminya, Kamis (12/3).

Selain itu, Gibran juga mengapresiasi sikap Rismon yang telah mengklarifikasi dan meninjau ulang tudingan yang pernah disampaikannya ke publik. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi. "Langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi," tambahnya.
Permintaan maaf Rismon ini datang setelah ia melakukan kunjungan ke kediaman Jokowi di Solo pada Kamis yang sama. Dalam pertemuan tersebut, Rismon menyatakan bahwa hasil penelitian lanjutan yang dilakukannya tidak menemukan kejanggalan pada ijazah S1 Presiden Jokowi dari UGM.
"Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi’s White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga," kata Rismon setelah bertemu Jokowi. Ia mengaku telah melakukan riset mendalam yang menguatkan keaslian dokumen tersebut.
Sebelumnya, Rismon adalah salah satu individu yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi. Ia bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (dr Tifa) menuduh ijazah tersebut palsu berdasarkan penelitian yang mereka tuangkan dalam buku "Jokowi’s White Paper". Kini, Rismon mengajukan mekanisme penyelesaian hukum secara restorative justice, menyusul pengakuannya bahwa tidak ada kejanggalan pada ijazah tersebut.

