Longsor Lumpuhkan Jalinsum Tarutung Sibolga

Malutpost.id, Medan – Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur Tapanuli Utara, Sumatera Utara, selama empat hari terakhir memicu bencana longsor besar yang menutup Jalan Lintas

Vian Eka

[addtoany]

Longsor Lumpuhkan Jalinsum Tarutung Sibolga

Malutpost.id, Medan – Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur Tapanuli Utara, Sumatera Utara, selama empat hari terakhir memicu bencana longsor besar yang menutup Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei lapangan, terdapat setidaknya 10 titik longsor yang tersebar dari Tarutung menuju Desa Lobupining, Kecamatan Adiankoting. Jalur hanya bisa dilalui hingga kilometer 17,8, sementara akses menuju Sibolga tertutup sepenuhnya oleh material longsor berupa batu dan tanah yang tebal. Hingga saat ini, jalur Tarutung-Sibolga belum dapat dibuka dan potensi longsor susulan masih sangat tinggi.

Longsor Lumpuhkan Jalinsum Tarutung Sibolga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, TNI, dan Polri telah mengerahkan alat berat untuk melakukan pembersihan dan evakuasi material longsor. Namun, proses di lapangan terhambat oleh cuaca buruk karena hujan deras masih terus mengguyur lokasi," jelas AKBP Ernis.

Selain menutup akses jalan, longsor yang terjadi pada Selasa malam (25/11) sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, juga menimpa sejumlah rumah warga. Data sementara menunjukkan bahwa 20 warga diduga tertimbun material longsor. Dua orang ditemukan meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, dan 17 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Korban tersebar di tiga lokasi berbeda di Desa Sibalanga dan sejumlah korban masih berada di bawah timbunan tanah dan batu sehingga sulit dievakuasi.

Longsor susulan pada Rabu dini hari (26/11) di Desa Adiankoting kembali menimpa rumah warga, menyebabkan dua orang meninggal dunia di tempat dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

"Polres Tapanuli Utara terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pencarian korban dan pembukaan akses jalan. Petugas juga mengatur lalu lintas dan mengimbau pengendara yang hendak menuju Sibolga untuk tidak melintas dan mencari lokasi aman sementara waktu," pungkasnya.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer