MUI Cholil Nafis BoP Mandul Usai Gempuran AS Iran

Malutpost.id, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menegaskan bahwa Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kini kehilangan efektivitasnya. Pernyataan tersebut dilontarkan

Vian Eka

[addtoany]

MUI Cholil Nafis BoP Mandul Usai Gempuran AS Iran

Malutpost.id, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menegaskan bahwa Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kini kehilangan efektivitasnya. Pernyataan tersebut dilontarkan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Cholil menyoroti inkonsistensi Amerika Serikat sebagai penggagas BoP yang justru tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian.

"Kami melihat BoP tidak lagi efektif karena pihak penggagasnya sendiri, yakni Amerika Serikat, gagal memberikan gambaran yang konsisten, baik dari rekam jejak maupun sikapnya saat ini yang seharusnya memihak pada perdamaian," ujar Cholil. Ia menambahkan bahwa tindakan AS yang menyerang Iran justru bertolak belakang dengan semangat perdamaian yang seharusnya diemban oleh BoP.

MUI Cholil Nafis BoP Mandul Usai Gempuran AS Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Cholil menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. Ia menyerukan agar konflik yang memanas ini tidak sampai menimbulkan dampak negatif yang merugikan rakyat sipil. "Kita berharap perdamaian dapat terwujud dengan memaksimalkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), sebab semua pihak akan merugi jika peperangan terus berlanjut," tegasnya.

Pertemuan di Istana Kepresidenan tersebut merupakan bagian dari serangkaian undangan yang dilayangkan oleh Prabowo kepada pimpinan organisasi masyarakat Islam, ulama, dan pimpinan pondok pesantren. Diskusi ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Konflik ini semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut memicu respons keras dari Iran. Pada hari pertama serangan AS-Israel, Iran segera melakukan pembalasan. Eskalasi berlanjut dengan Iran melancarkan serangan balasan berskala lebih besar, menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menggarisbawahi urgensi upaya diplomasi dan peran aktif komunitas internasional untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer