Petak Sembilan Jalin Toleransi Lewat Takjil Bersama

Malutpost.id, Di jantung Ibu Kota, tepatnya di kawasan Petak Sembilan, sebuah tradisi berbagi takjil menjelang waktu berbuka puasa kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar aktivitas kuliner,

Vian Eka

[addtoany]

Petak Sembilan Jalin Toleransi Lewat Takjil Bersama

Malutpost.id, Di jantung Ibu Kota, tepatnya di kawasan Petak Sembilan, sebuah tradisi berbagi takjil menjelang waktu berbuka puasa kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar aktivitas kuliner, momen ini adalah representasi nyata dari wajah toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjalin di wilayah tersebut.

Setiap sore selama bulan Ramadan, jalanan di sekitar Petak Sembilan, yang dikenal sebagai pusat komunitas Tionghoa di Jakarta, dipenuhi dengan antusiasme. Warga dari berbagai latar belakang, baik Muslim maupun non-Muslim, bahu-membahu menyiapkan dan membagikan ribuan porsi takjil kepada pengendara maupun pejalan kaki yang melintas. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang dinanti, memperlihatkan indahnya keberagaman dalam bingkai persaudaraan.

Petak Sembilan Jalin Toleransi Lewat Takjil Bersama
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah seorang koordinator acara, Bapak Lim, mengungkapkan kebahagiaannya melihat partisipasi aktif dari semua kalangan. "Ini bukan hanya tentang memberi makan, tapi tentang membangun jembatan persaudaraan. Di sini, perbedaan justru menjadi kekuatan yang mempersatukan kami," ujarnya, dengan senyum ramah. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini telah berlangsung turun-temurun, menjadi warisan yang terus dijaga oleh generasi muda.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa. Tawa canda dan obrolan ringan mengiringi setiap proses pembagian takjil, menciptakan atmosfer yang jauh dari sekat-sekat perbedaan. Dari kue-kue tradisional hingga minuman segar, setiap hidangan disiapkan dengan sukacita, menjadi simbol keikhlasan dan kepedulian. Tradisi ini membuktikan bahwa kerukunan bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Petak Sembilan, dengan segala dinamikanya, sekali lagi memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana keberagaman dapat dirayakan dengan indah. Melalui semangkuk kolak atau sepotong kurma, mereka mengirimkan pesan kuat tentang persatuan, kasih sayang, dan pentingnya menjaga harmoni di tengah pluralitas bangsa, menjadi inspirasi bagi banyak daerah lainnya.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer