Safari Politik Didit Prabowo Lebaran Penuh Makna

Malutpost.id, Pergerakan Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, atau yang akrab disapa Didit Hediprasetyo, selama momen Lebaran tahun ini menarik perhatian luas. Putra semata wayang Presiden terpilih Prabowo

Vian Eka

[addtoany]

Safari Politik Didit Prabowo Lebaran Penuh Makna

Malutpost.id, Pergerakan Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, atau yang akrab disapa Didit Hediprasetyo, selama momen Lebaran tahun ini menarik perhatian luas. Putra semata wayang Presiden terpilih Prabowo Subianto ini dinilai sedang mengemban misi politik yang strategis, sebuah peran yang jarang terlihat darinya di kancah publik.

Selama ini, Didit dikenal menjaga jarak dari hiruk pikuk politik, bahkan ketika sang ayah telah tiga kali berkompetisi dalam pemilihan presiden sejak 2009. Namun, serangkaian kunjungannya ke keluarga para mantan kepala negara pasca-Idulfitri, yang dimulai sejak Sabtu (21/3), memancarkan pesan politis yang kuat. Ia tercatat bersilaturahmi dengan Anies Baswedan, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, hingga Sinta Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 Gus Dur.

Safari Politik Didit Prabowo Lebaran Penuh Makna
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tidak hanya itu, Didit juga mengumpulkan para putra-putri presiden dan wakil presiden dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-41 pada 22 Maret 2025, menambah dimensi kebersamaan di kalangan elite.

Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menyoroti bahwa safari Lebaran Didit tidak bisa dilepaskan dari posisi ayahnya sebagai pemimpin negara. Menurut Ali, langkah Didit ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi politik yang efektif antara Presiden Prabowo dengan para pendahulunya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehadiran Didit, lanjut Ali, membawa nuansa kehangatan dan pesan positif kepada publik, mempererat hubungan antara Prabowo dengan para mantan presiden.

"Apalagi sebelumnya Presiden Prabowo juga mendahuluinya dengan mengundang para mantan Presiden ke Istana," tambah Ali, saat dihubungi pada Rabu (25/3). Ali menekankan bahwa Didit secara jelas mewakili figur personal Prabowo. Pesan yang disampaikan akan berbeda jika tugas serupa diemban oleh orang dekat Prabowo lainnya, yang berpotensi memicu spekulasi politik yang lebih luas.

Ali juga menggarisbawahi pentingnya harmoni komunikasi politik Prabowo di tengah tantangan ekonomi global dan situasi geopolitik yang dinamis, seperti terganggunya jalur distribusi Selat Hormuz. Selain itu, Prabowo memiliki program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang rentan kritik. "Oleh karena itu, safari Didit menjadi krusial sebagai upaya untuk mencairkan suasana komunikasi dan membangun ikatan erat dengan para mantan presiden," jelas Ali.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Direktur Trias Politika Strategis, Agung Baskoro. Ia menilai safari Lebaran Didit lebih merupakan inisiatif pribadi, meskipun secara tidak langsung tetap menjadikannya penghubung komunikasi bagi Prabowo. Agung merujuk pada inisiatif Didit sebelumnya yang mengundang anak-anak presiden dan wakil presiden pada ulang tahunnya.

"Beliau sering kali menjadi penghubung atau jembatan komunikasi politik informal untuk menjaga soliditas dan persatuan di antara elite-elite kita secara konsisten," ujar Agung, Kamis (26/3). Menurut Agung, Didit melanjutkan gaya komunikasi politik ayahnya yang merangkul semua pihak, termasuk lawan politik, terlihat dari swafotonya bersama Mahfud MD, Jusuf Kalla, hingga Anies Baswedan. "Jadi, beliau melanjutkan kebijakan atau warisan ayahandanya, Presiden Prabowo, untuk merangkul dan merajut komunikasi dengan siapa pun tanpa sekat," tambahnya.

Di sisi lain, Agung juga menangkap sinyal politik dari serangkaian safari Didit. Ia menduga Didit mungkin sedang "menjajaki kemungkinan" untuk mulai aktif dalam dunia politik. Agung melihat potensi Didit sebagai suksesor informal yang bertugas menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan para rival politik. Meskipun Didit selama ini menjaga jarak dari politik formal, momentum politik yang tepat bisa saja membuka jalan bagi karier baru baginya. "Dan ini salah satu prakondisinya, ya terlepas memang kita tahu Mas Didit menjaga jarak dengan politik dalam artian formal, tapi secara informal beliau sudah melakukannya," pungkas Agung.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer