Malutpost.id, Medan – Bencana banjir dan tanah longsor melanda 14 titik di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Beberapa lokasi dilaporkan terendam banjir hingga mencapai ketinggian empat meter. Akibatnya, akses utama Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung-Sibolga lumpuh total akibat longsor.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menjelaskan bahwa banjir terparah terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, dengan ketinggian air mencapai empat meter. Sedikitnya 20 rumah warga terendam banjir, dan satu sisi Jembatan Aek Puli lama putus. Untungnya, arus lalu lintas dapat dialihkan melalui jembatan baru.

"Sejumlah titik lain di Purbatua, Siatas Barita, dan Tarutung juga terendam banjir dengan ketinggian antara 70 sentimeter hingga tiga meter. Total sekitar 98 rumah warga terdampak, sementara sejumlah akses jalan di Tarutung terputus total akibat luapan air. Meski kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa akibat banjir," ujarnya pada Rabu (26/11).
AKBP Ernis menambahkan bahwa longsor juga terjadi di enam titik, sebagian besar di sepanjang jalur strategis Jalinsum Tarutung-Sibolga. Material longsor di tiga titik (KM 29-35) menyebabkan akses sempat terputus total. Seorang warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa material longsor di KM 29-30 dan kini dirawat intensif di RSUD Tarutung.
Longsor paling berdampak terjadi di Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, yang menyebabkan dua rumah tertimpa tanah. Empat orang mengalami luka-luka, yaitu Dahlia Banjarnahor (27), Iben Parapat (15), Liora Parapat (5), dan Lenora Parapat (5). Di titik lainnya, beberapa ruas jalan tertutup lumpur dan batu, namun sebagian sudah dapat dilalui kembali setelah pembersihan darurat.
"Selain itu, satu titik pohon tumbang terjadi di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, yang sempat memicu kemacetan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," urainya.
Meskipun demikian, menurut Ernis, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun hilang. Petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan dan membantu warga yang mengungsi, terutama di Adiankoting dan Pahae Jae.
"Upaya evakuasi, dan pembersihan material longsor sempat dihentikan Selasa malam karena hujan lebat, angin kencang, dan minimnya penerangan. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi ini," tutupnya.

