Tito Karnavian Genjot Pembangunan Sumur Sanitasi Sumatra

Malutpost.id, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus mempercepat pembangunan fasilitas dasar berupa sumur bor dan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK)

Vian Eka

[addtoany]

Tito Karnavian Genjot Pembangunan Sumur Sanitasi Sumatra

Malutpost.id, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus mempercepat pembangunan fasilitas dasar berupa sumur bor dan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK) di wilayah terdampak bencana. Fokus utama berada di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), sebagai upaya krusial untuk mencegah krisis kesehatan dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur vital ini. Menurutnya, ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai adalah kunci dalam menjaga kesehatan penyintas serta mempercepat proses rehabilitasi pascabencana. "Pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK darurat akan terus dikebut guna mencegah krisis kesehatan, serta mempercepat pemulihan kehidupan penyintas bencana Sumatra," ujar Tito.

Tito Karnavian Genjot Pembangunan Sumur Sanitasi Sumatra
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Apresiasi tinggi disampaikan Tito atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin, melibatkan PT PLN, Danantara, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sinergi ini dinilai sangat vital dalam merealisasikan pembangunan sumur bor dan MCK di berbagai titik bencana. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di tiga provinsi tersebut, yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2).

Data per 26 Februari menunjukkan progres signifikan. Untuk fasilitas MCK, dari target 72 unit di Aceh, sebanyak 54 unit atau sekitar 75 persen telah rampung. Di Sumatra Utara, 128 dari 139 unit MCK (sekitar 92 persen) telah selesai dibangun. Sementara itu, di Sumatra Barat, 21 dari 46 unit MCK (sekitar 45,6 persen) telah berhasil dituntaskan. Secara keseluruhan, 208 unit MCK atau 80 persen dari total target 257 unit di wilayah bencana Sumatra telah terbangun.

Progres pembangunan sumur bor juga terus dikejar. Di Aceh, 369 dari target 578 sumur bor (sekitar 63,8 persen) telah selesai. Sumatra Utara mencatat 84 dari 152 sumur bor (sekitar 55,2 persen) telah dibangun. Sedangkan di Sumatra Barat, 21 dari 107 sumur bor (sekitar 19,6 persen) telah rampung. Total, 474 sumur bor atau 56 persen dari 836 target sumur bor di Sumatra telah terealisasi. Tito mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama terkait sumur bor. "Untuk MCK 80 persen, sumur bornya masih perlu banyak 56 persen masih baru 474, karena ini ada masalah air minum, jaringan-jaringan yang putus," jelasnya, menyoroti tantangan pasokan air minum dan jaringan yang terputus.

Rapat koordinasi penting tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Turut hadir secara langsung Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar; Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy; dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa. Sejumlah pejabat tinggi lainnya juga mengikuti rapat secara virtual, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto; serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer