Tambang Rakyat Kini Punya Solusi

Produk Inichem Dressing Agent (IDA)

PT Graha Jaya Pratama Kinerja Kenalkan IDA Pengganti Merkuri dan Sianida


HALMAHERA -Persoalan pencemaran lingkungan di tambang rakyat  kini punya solusi. PT Graha Jaya Pratama Kinerja mengenalkan bahan untuk ekstraksi emas dan logam mulia yang ramah lingkungan.

"Kami mengenalkan kepada para penambang rakyat Inichem Dressing Agent (IDA) sebagai reagent yang ramah lingkungan," jelas Susilohadi, Research dan Development PT Graha Jaya Pratama Kinerja.

IDA ini dijelaskannya merupakan senyawa/reagent pengekstraksi emas, perak atau logam mulia lainnya.  Bisa juga untuk penyepuh atau elektrowinning. Fungsinya adalah pengikat/pelindih logam mulia sama halnya  garam sianida NaCN.

"Tapi yang paling prinsip reagent ini secara tingkat racun sangat rendah dari hasil test LD50 nya ," jelasnya.

IDA ini pun sudah disosialisasikan kepada Asosiasi Penambang Indonesia, Kementerian ESDM, Menko Maritim, Menko Polhukam hingga Kementerian Lingkungan Hidup. Kini sedang tahapan menuju Standar Nasional Indonesia SNI.

Keberadaan IDA ini sesuai amanat pemerintah mereduksi penggunaan merkuri. Salah satu upaya beralih dari penggunaan zat yang berbahaya ke ramah lingkungan. "InsyaAllah sangat cocok untuk implementasi di pertambangan rakyat. Mulai dari tahapn pemrosesan logam mulia sampai pemurniannya," jelasnya.

Kehadiran IDA yang berbentuk bubuk ini diharapkan bisa memberi dampak sosial ekonomi kepada para penambang. Khususnya pengusaaha pertambangan rakyat. Mengingat IDA memiliki keunggulan ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis lebih.

IDA adalah kompenen bahan kimia yang bisa membentuk unsur karbon dan nitrogen. Unsur inilah yang akan membentuk kompleks emas. Mengikatnya membentuk C,Na,O,H. Masuk dalam kategori garam lemah. Bereaksi dengan logam dan dibentuk menjadi alkali dengan derajat keasaman (PH) 10,5-11,5.

"Tidak berbau atau tidak membentuk gas HCN pada saat PH turun di bawah 10. Proses ekstraksi emas yang semula 48 jam menggunakan sianida, dengan IDA ini hanya membutuhkan waktu 36 jam," jelas Susilo yang sudah puluhan tahun menjadi praktisi tambang rakyat itu.
Kandungan emas yang didapatkan juga bisa lebih banyak 2-4 persen. Recovery mencapai 90 persen. IDA sudah diujicobakan di pertambangan Rakyat Jawa Barat, Lombok, NTB , Sumbawa, Padang, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,  Palu hingga di Gorontalo. " Hasilnya masyarakat puas dan yakin produk ini bisa digunakan pengganti sianida," jelasnya. (ton)