2 PDP Negatif Corona


TERNATE – Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Provinsi Maluku Utara dinyatakan negatif terpapar corona. Ini setelah hasil tes swab milik keduanya dikeluarkan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Itu berarti, kasus positif Covid-19 di Malut sejauh ini baru satu orang. Sementara itu, angka Orang Tanpa Gejala (OTG) alias orang yang tak menunjukkan gejala sakit namun memiliki risiko tertular dari pasien positif corona meningkat jadi 2.508 orang.

Dua PDP yang dinyatakan negatif hasil tes swabnya adalah pasien rujukan asal Halmahera Selatan dan Halmahera Barat. keduanya dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate pada hari yang sama yakni Kamis (19/3) lalu. Hasil tes keduanya diumumkan Ketua II Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut dr. Idhar Sidi Umar dalam konferensi pers kemarin (26/3).

Menurut Idhar, hasil uji laboratorium pasien yang dirujuk dari RSUD Labuha Halsel sudah diumumkan Balitbangkes Rabu (25/3) kemarin. Sedangkan pasien rujukan asal RSUD Jailolo Halbar baru diterima Satgas Kamis (26/3). "Hasil konfirmasi dari laboratorium PDP dari Halbar dinyatakan negatif. Dengan demikian PDP dari Halbar dan Halsel nol. Kemungkinan kedua pasien sudah pulang ke daerah asal," kata dia.

Kendati begitu, jumlah PDP tidak menurun. Ini karena ada tambahan satu PDP yang dirujuk dari RSUD Tobelo Halmahera Utara kemarin. PDP ini baru saja tiba dari Manado, Sulawesi Utara. Itu berarti jumlah total PDP di Malut tetap lima orang, yakni empat pasien asal Ternate dan satu pasien asal Halut. "Angkanya tidak berubah. Karena ada pasien keluar, satu lagi masuk. Jadi PDP tetap berjumlah lima orang," ungkap Idhar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Malut.

Menurut Idhar, pasien asal Halut sempat diperiksa di rumah sakit setempat. “Hasilnya mengarah ke Covid-19, karena itu langsung dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie tadi (kemarin, red) untuk mendapatkan perawatan," terangnya.

Saat ini, sambung Idhar, sudah ada lima spesimen yang diambil dari pasien. Jumlah tersebut termasuk Pasien 01 positif Covid-19. "Sekitar lima orang yang dikirim spesimennya. Termasuk Pasien 01, karena harus spesimennya diambil (untuk diuji) lagi,” tuturnya.
Sore kemarin, alat Rapid Test dari Pemerintah Pusat untuk Malut sudah diterima. Jumlahnya 240 boks. Alat pendeteksi jumlah antibodi itu dikirim dengan pesawat. “Alat Rapid Test sudah ada, dan selanjutnya kita akan distribusi ke kabupaten/kota," aku Idhar.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Malut belum berhasil menemukan lokasi alternatif untuk dijadikan tempat isolasi pasien suspect Corona jika RSUD CB penuh. Alhasil, satu-satunya tempat isolasi rujukan di Ternate hanya mengandalkan RSUD CB. Namun Idhar bilang, pihak rumah sakit telah menyiapkan 12 ruangan khusus pasien positif Covid-19. “Kami sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Chasan Boesoirie, kemudian melihat kesiapan beliau untuk penambahan ruangan untuk yang positif. Jadi ada penambahan 12 ruangan khusus pasien positif Covid-19," ungkapnya. "Jadi masyarakat jangan khawatir. Karena ada beberapa ruangan di Chasan Boesoirie yang akan kita persiapkan untuk PDP," tandasnya.

Sekadar diketahui, update OTG per Kamis kemarin meningkat dari 1.277 menjadi 2.508 orang, Orang dalam Pemantauan (OPD) meningkat dari 44 menjadi 70 orang, sedangkan PDP berjumlah 5 orang, pasien positif corona 1 orang dan negatif sebanyak 2 orang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Halut, Deky Tawaris pada kesempatan terpisah menuturkan, satu warga Halut yang tiba dari Manado pekan lalu menunjukkan gejala mirip Covid-19. Pasien berjenis kelamin laki-laki itu diketahui sudah mulai batuk-batuk sejak di Manado. Ia pun akhirnya dirujuk ke RSUD CB sebagai rumah sakit rujukan corona di Malut. "Sebelumnya pasien tersebut telah ditangani dan dirawat di RSUD Tobelo," kata Deky yang juga Koordinator Publikasi dan Kehumasan Tim Satgas Covid-19 Pemda Halut.
Pasien tersebut tiba di Tobelo menggunakan KM Sunlia. Di Tobelo, pasien berusia sekitar 70 tahun itu mengalami sesak napas dan demam. "Dirujuk agar yang bersangkutan mendapat penanganan secara intensif,” ujar Deky.

Meski saat ini pasien masih mengalami sesak, ia sudah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengambilan spesimen. "Kami masih tunggu hasil laboratorium seperti apa, apakah positif Covid-19 atau negatif," ucap Deky.(cr-01/cr-04/kai)