Balai Karantina Pertanian Pantau Sebaran OPTK

PANTAU: Petugas Balai Karantina Pertanian Ternate melihat sebaran OPTK di kebun warga. ft Humas BKP Terhate for Malut Post

TERNATE - Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate melakukan  pemantauan daerah sebar OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) di sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara (malut).

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mengetahui peta daerah sebar OPTK di Malut. OPTK adalah organisme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dicegah masuk, tersebar, dan keluarnya dari wilayah Indonesia atau antar area. Berdasarkan Permentan nomor 31 tahun 2018 tentang jenis-jenis OPTK, ada OPTK A1 yang belum ada di Indonesia dan OPTK A2 yang hanya ada di beberapa wilayah Indonesia dan sedang dalam tahap pengendalian. “Kebutuhan hidup masyarakat Malut ini, seperti bawang merah, bawang putih, sayur, buah, dan kedelai, banyak didatangkan dari daerah sekitarnya, terutama Bitung, Manado, dan Surabaya. Komoditas ini berpotensi membawa OPTK dari tempat asalnya. Oleh karena itu, karantina bertugas di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran. Pemantauan OPTK dilakukan untuk mengevaluasi tindakan karantina yang sudah kita laksanakan di tempat-tempat pemasukan tersebut, adakah OPTK yang lolos dari pengawasan kita,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Yusup Patiroy.

Dia menjelaskan keberadaan OPTK pada lahan pertanian memberikan dampak merugikan. OPTK dapat menjadi hama atau menyebabkan penyakit tanaman yang tentu akan menurunkan produksi tanaman pertanian. Hal ini akan kontraproduktif dengan upaya pemerintah membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian. Rencananya, pemantauan daerah sebar OPTK akan dilakukan di 10 kabupaten/kota. “Pemantauan telah berjalan sejak Bulan Februari dan direncanakan sampai  Juli. Hingga Maret ini, sebanyak 4 kabupaten telah dipantau, yaitu Kabupaten Pulau Taliabu, Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur,” jelasnya.

Dia menambahkan  sasaran pemantauan yaitu OPTK pada tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), tanaman hortikultura (sayur dan buah), serta tanaman perkebunan (kelapa, cengkih). Hasil pemantauan akan dibawa ke laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate untuk diidentifikasi. Dan jika diperlukan akan dilakukan uji konfirmasi ke Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian di Jakarta. “Hasil dari pemantauan daerah sebar ini akan dibawa ke seminar nasional hingga menghasilkan peta daerah sebar OPTK secara nasional. Peta ini  digunakan sebagai pedoman dalam melakukan tindakan karantina berikutnya,” pungkas Yusup.(mg-06/adv/onk/*)