Masalah dengan Istri, Frangky Gantung Diri

Ilustrasi

TOBELO – Frangky Djurutuli (34), warga Desa Gorua Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, Halmahera Utara ditemukan tewas setelah gantung diri. Mayatnya pertama kali ditemukan sepupunya yang masih di bawah umur. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diketahui sempat bermasalah dengan sang istri.

Peristiwa gantung diri tersebut terjadi Jumat (3/4) malam lalu sekira pukul 19.00 WIT. Informasi yang dihimpun Malut Post, peristiwa yang menimpa karyawan PT PTS Gulo ini diketahui setelah sepupu korban, IR (13), mencari charger ponsel di rumah korban.

Kepada polisi IR menuturkan, awalnya ia ke rumah korban untuk mencari charger. Saat itu, pintu rumah tertutup namun tak dikunci. "Jadi saya buka pintu dan mencari charger di belakang TV. Tapi tidak ketemu, makanya saya cari di kamar depan. Padahal kakak sepupu sudah tersandar di lemari dengan leher terikat tali," kisahnya. IR pun berlari keluar dan melaporkan kejadian tersebut pada keluarganya.

Ayah korban menambahkan, sebelumnya sekitar pukul 1 siang korban dan tiga temannya pergi ke pantai. Korban kembali ke rumah dalam keadaan mabuk pukul 3 sore. "Dia langsung masuk ke kamar dan berbaring," tuturnya.

Hingga pukul 6 sore korban diketahui masih berbaring di kamarnya. Sang ayah pun menyuruh ibu korban memasukkan ayam peliharaannya ke dalam kandang. "Kemudian saya kembali ke rumah," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Gorua Selatan, Mirwan Idris mengatakan, sehari sebelum peristiwa itu, dirinya sempat melakukan mediasi antara korban dan istrinya. Dalam mediasi tersebut, korban mengakui kesalahannya. “Korban mengaku tidak lagi berhubungan dengan perempuan lain dan korban memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di PT PTS Gulo supaya istrinya bisa yakin dan memberikan maaf," terang Mirwan.

Terpisah, Kapolres Halut AKBP Yuyun Arief melalui Kasubag Humas Mansur Basing yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut terjadi di rumah korban. Pihaknya langsung menindaklanjuti dengan turun ke TKP setelah mendapat laporan. "Pihak keluarga korban menganggap kejadian gantung diri itu musibah bagi keluarga mereka dan bersedia membuat surat pernyataan dan surat penolakan visum atau autopsi," pungkasnya.(cr-04/kai)