AGK Kecam Kepala Daerah "Pambajalang"

CEK KESIAPAN: Gubernur Abdul Gani Kasuba didampingi Danrem 152/Babullah Kolonel (Inf) Endro Satoto dan Kapolda Brigjen (Pol) Rikwanto meninjau sejumlah posko penanganan penyebaran Covid-19, Senin (6/4) HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

TERNATE – Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) bereaksi keras terhadap kepala daerah yang meninggalkan wilayah kerjanya di tengah pandemi Covid-19. Gubernur mengecam para kepala daerah yang dinilainya meninggalkan rakyatnya dalam menghadapi bencana global saat ini. "Saya belum tahu kepala daerah siapa (yang keluar daerah saat ini). Nanti kita cari tahu. Tapi kalau keluar daerah lalu terkena penyakit nanti rakyatnya yang lebih kena dampaknya. Karena itu kalau tidak terlalu penting maka tidak boleh keluar daerah," tegasnya saat diwawancarai di sela peninjauan posko penanganan penyebaran Covid-10 di Ternate, Senin (6/4).
Saat ini, diketahui ada dua kepala daerah di Malut yang tengah berada di luar daerah. Yakni Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dan Bupati Halmahera Barat Danny Missy. Burhan bersama istrinya Rosdiana Abdurahman meninggalkan Ternate dan bertolak ke wilayah zona merah Covid-19, Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Sabtu (28/3) lalu. Sedangkan Danny bertolak ke wilayah zona merah lain, Jakarta, Minggu (5/4) sore kemarin.

Kepala Bagian Humas, Protokoler, dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kota Ternate Saiful Arsyad yang dikonfirmasi menyatakan Wali Kota saat ini masih sakit dan tengah menunggu hasil general check up. “Kalau sudah sembuh langsung balik. Untuk pelaksanaan tugas Covid-19 sementara ini dikendalikan  Pak Wakil Wali Kota bersama Gugus Tugas. Sakit ini manusiawi dan kalau Pak Wali Kota berhalangan ada Pak Wakil Wali Kota, Sekda dan OPD. Pemerintahan tetap jalan," tukasnya kemarin.

Kepergian Wali Kota selama sepekan lebih ini mengundang tanda tanya banyak pihak. Apalagi tak ada kejelasan sakit apa yang tengah dialaminya. "Harus ada kepastian Wali Kota dalam kondisi bagaimana, itu disampaikan ke publik agar publik juga tahu. Karena sekarang ini daerah lagi dalam kondisi yang tidak stabil," kata akademisi Universitas Khairun Nurdin Muhammad.

Dosen Ekonomi ini menyampaikan, Ternate sebagai episentrum Malut sangat rawan menjadi pusat penyebaran Covid-19. Pasalnya, semua pintu masuk terpusat di Ternate dan dalam kondisi terbuka. “Sehingga penting kiranya Wali Kota harus berada di Ternate. Yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya soal penyakit saja, tapi juga mitigasi ekonomi dan dampak fiskal terhadap masyarakat yang diminta berdiam di rumah. Belum juga masalah pelayanan dasar seperti air bersih yang kerap macet dan masyarakat terus menyampaikan protes ke media sosial. Jadi Wali Kota, kalau sudah sehat segeralah kembali. Masyarakat menunggu pelayanan, jangan berlama-lama," pinta Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Halbar Chuzaemah Djauhar yang dikonfirmasi soal keberangkatan Bupati Danny ke Jakarta mengaku belum bisa memberikan komentar lebih jauh. Pasalnya ia belum melakukan konfirmasi ke Bupati Danny Missy soal kepergiannya. ”Yang jelas ada urusan yang urgensi, sehingga Pak Bupati ke Jakarta. Tapi untuk lebih jelas nanti saya konfirmasi dulu sama Pak Bupati,” singkatnya.

Danny sendiri yang coba dikonfirmasi lewat telepon hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi.
Bupati Danny saat ini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Pasalnya ia baru tiba dari Jakarta Jumat (27/3) lalu dan sempat menjalani karantina mandiri.

Kepergian Danny kali ini dikritisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Halbar. Ketua Fraksi PKB Riswan Hi Kadam menyatakan, Bupati dinilai tidak patuh terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Dimana dalam edarannya Mendagri melarang kepala dan pejabat daerah melakukan perjalanan keluar daerah selama masa penanganan Covid-19 di daerah masing-masing. ”Bagaimana kita mengajak masyarakat untuk konsisten tetap berdiam diri di rumah sementara Pak Bupati melakukan perjalanan ke Jakarta tanpa ada tujuan yang jelas,” kritik Riswan kemarin.

Riswan menambahkan, keluar daerah bisa dilakukan jika ada keperluan mendesak dan urgen untuk kepentingan daerah. Jika tak ada maka lebih baik berdiam diri di daerah dan turun ke desa-desa melihat kondisi masyarakat. ”Edukasi dan sosialisasi untuk pencegahan Covid-19 terpampang rapi di sepanjang jalan, tapi Pak Bupati sendiri tidak mematuhi semua imbauan yang telah disebarkan kepada masyarakat. Saya berharap ada urusan urgen sehingga Pak Bupati sampai harus ke luar daerah,” cetusnya.

Sekadar diketahui, per Senin (6/4) kemarin angka kasus positif Covid-19 di Sulsel mencapai 133 orang, sedangkan DKI Jakarta masih memuncaki klasemen dengan 1.232 kasus positif. Dua provinsi ini masuk 10 besar kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia, dimana Sulsel berada pada urutan keenam.

Salahgunakan APD
Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut Senin kemarin meninjau sejumlah posko penanganan penyebaran corona. Peninjauan ini dipimpin langsung Ketua Gugus Tugas Gubernur AGK, Ketua 1 Danrem 152/Babullah Kolonel (Inf) Endro Satoto dan Ketua 2 Kapolda Malut Brigjen (Pol) Rikwanto. Rute peninjauan mulai dari Pelabuhan Feri Bastiong, Puskesmas Kalumata, Pelabuhan Ahmad Yani dan Bandara Sultan Babullah Ternate.

Hasil peninjauan kemarin, Gubernur menyebutkan masih terdapat kekurangan alat pelindung diri (APD). Selain itu, ditemukan ada petugas menyalahgunakan pemakaian APD. “Memang masih kurang APD kita. Tapi tetap kita upayakan untuk melengkapinya. Soal penggunaan APD juga harus sesuai kondisional. Tadi di Puskesmas Kalumata ada petugas yang sudah pakai APD lengkap. Kan ada tingkat penggunaan APD. Jangan sampai menimbulkan kecemasan pada warga," ungkap AGK di Bandara Babullah.

Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Malut ini juga mendesak agar pengawasan seluruh moda transportasi laut dan udara diperketat. Apalagi tak lama lagi sudah menjelang puasa dan lebaran dimana akan ada warga yang mudik. "Mudik ini harus kita batasi, apalagi yang baru datang dari wilayah terjangkit. Karena itu semua jalur terutama bandara harus diperketat,” pungkas Gubernur.(cr-01/udy/din/kai)