Satu Lagi Warga Malut Positif Corona

Ilustrasi Virus Corona

TERNATE – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Maluku Utara dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Status positif didapat dari hasil uji spesimen pasien di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit di Jakarta. Di samping kasus positif baru ini, kabar gembiranya Pasien 01 Malut dinyatakan sembuh setelah dua kali terkonfirmasi negatif hasil tes swab-nya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut dr. Rosita Alkatiri mengungkapkan, pasien positif baru selanjutnya akan disebut Pasien 02. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 24 tahun dan merupakan pasien yang melakukan kontak erat dengan Pasien 01. Sebagai tindak lanjut, tim medis bakal melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). "Sebagai tindak lanjut Pasien 02 ini akan dilakukan penyelidikan epidemiologi mulai hari ini (kemarin, red),” ungkap Rosita dalam konferensi pers di Sahid Bela Hotel, Rabu (8/4).
Rosita bilang, dari empat spesimen yang kirim ke laboratorium Litbangkes Jakarta semuanya sudah keluar. Selain Pasien 01 dan Pasien 02, dua PDP lainnya dinyatakan negatif. Informasi yang dihimpun Malut Post, dua PDP negatif adalah seorang tenaga medis dan istri Pasien 01. “Tiga negatif berasal dari Kota Ternate, dua orang sudah dipulangkan dan satu lainnya masih menunggu untuk dipulangkan. Mungkin besok (hari ini, red)," jelasnya.

Dia menambahkan, PDP asal Halmahera Utara kondisi umumnya masih tetap sama alias belum membaik. "Karena ada penyakit penyerta lain di bagian paru-parunya sehingga masih ditangani oleh dokter spesialis paru. Sedangkan PDP yang di Kepulauan Sula membaik dan masih dalam pengawasan di Puskesmas Falabisahaya,” tambah Rosita.

Pengalihan pemeriksaan spesimen pasien asal Malut sendiri telah disetujui. Itu berarti mulai sekarang uji spesimen sudah akan dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan. “Alhamdulillah sudah ada persetujuan. Dan in shaa Allah kita akan melakukan pemeriksaan spesimen perdana ke Makassar," ujar Rosita sembari menambahakan tim medis Gugus Tugas sudah mulai melakukan pengambilan sejumlah spesimen untuk dikirim ke Makassar.

Ketua 1 Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut Danrem 152/Babullah Kolonel (Inf) Endro Satoto menambahkan, Pasien 01 akan dipulangkan sesuai dengan prosedur. "Ini membuktikan bahwa virus ini bisa dikendalikan sehingga masyarakat tidak perlu resah tetapi tetap waspada," ucapnya. "Bagi yang masih dirawat maupun dikarantina agar tetap bersabar, berdoa dan tetap mengikuti ajuran tenaga medis demi kesembuhan yang lebih cepat," tambah Endro.

Untuk antisipasi mewabahnya virus corona di Malut, Endro mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama memutus mata rantai penyebaran dengan cara sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan tetap berdiam diri di rumah. Jika harus keluar hanya untuk keperluan yang sifatnya urgen serta wajib menggunakan masker saat keluar rumah. "Masyarakat Maluku Utara agar tetap tanggap dengan selalu melaporkan jika ada warga yang yang dicurigai terpapar Covid-19 di lingkungan masing-masing. Bisa dilaporkan ke petugas kesehatan yang ada di wilayahnya," imbuhnya.

//Malut Post// sempat menghubungi Pasien 01 dan menanyakan kondisinya. Warga Pulau Taliabu itu mengaku sejak kembali masuk rumah sakit hingga kini ia dan keluarganya tidak menunjukkan gejala sakit apapun. Setelah dinyatakan sembuh, ia kini siap dipulangkan. “Dari awal masuk sampai sekarang sehat walafiat. Untuk kepulangan tadi pagi (kemarin, red) dr. Handoko bilang masih tunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dulu,” akunya.

Tiga Dirujuk
Sementara itu, tiga warga Kota Tidore Kepulauan dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie. Pasalnya, hasil rapid test mereka oleh Gugus Tugas Tikep ternyata reaktif. Ketiganya memiliki riwayat perjalanan dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Kepala Dinas Kesehatan Tikep dr. Abdullah Maradjabessy menuturkan, rapid test sebagai screening awal dilakukan terhadap 46 orang. Hasilnya, tiga diantaranya reaktif dan harus dirujuk untuk tes lanjutan. “Meski reaktif terhadap Covid-19, namun mereka belum bisa dinyatakan positif Covid-19. Untuk mengetahui ketiga ODP itu terkonfirmasi positif atau tidak, harus dilakukan pengambilan swab untuk dilakukan tes Polymerase Chain Reaction// (PCR),” jelas Abdullah.

Rapid test, kata Abdullah, digunakan hanya untuk screening awal atau pemeriksaan penyaring guna melihat adanya aksi antibodi yang terbentuk saat terserang virus. Selain itu, lanjut dia, rapid test juga berfungsi untuk screening potensi kasus positif Covid-19 di masyarakat. "Sementara untuk standar diganostik Covid-19 atau dinyatakan positif Covid-19 hanyalah melalui swab test PCR. Jadi ketiga ODP yang menunjukkan reaktif dari hasil rapid test ini sudah kita isolasikan di RSUD Chasan Boesoeri Ternate, dan sekaligus untuk pengambilan spesimen swab test," katanya melalui konferensi pers, Rabu (8/4) kemarin.

Menurutnya, ketiga Orang Dalam Pemantauan (ODP) ini awalnya hendak mengikuti kegiatan keagamaan di Sulawesi Selatan. Namun sesampainya di Makassar, mereka ditolak, lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung, Jawa Barat. Dari Bandung selama tiga hari kemudian melakukan perjalanan darat menuju Surabaya, Jawa Timur, lalu kembali ke Ternate menumpangi kapal dan pulang ke Tidore.
Ketiganya ditetapkan sebagai ODP setelah mengalami gejala batuk, namun ada yang juga tanpa gejala. Setelah dilakukan rapid test bersamaan dengan 43 ODP lainnya, hasilnya ketiganya dinyatakan reaktif.

Abdullah meminta kepada seluruh masyarakat di Kota Tikep agar tidak panik, namun tetap waspada dengan mematuhi anjuran dan imbauan dari pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Tikep. Dia juga berharap pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 agar tetap melakukan karantina mandiri dengan mengisolasi diri sendiri di rumah selama 14 hari sambil monitoring mandiri kondisi kesehatannya. “Dan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas atau gangguan sistem pernapasan, maka segera melapor ke petugas kesehatan baik itu di puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya.
Mematuhi protokol isolasi diri sendiri yang telah disampaikan petugas kesehatan, seperti tetap di rumah dan dapat dikontak, gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lain, hindari pemakaian barang pribadi bersama, jika bepergian gunakan masker, ventilasi rumah yang baik, jendela dibuka, gunakan masker selama isolasi diri, jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi, serta membersihkan barang di area yang ditempati selama isolasi.

Atas nama pemerintah, Abdullah juga mengharapkan kepada masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah, seperti tempat hiburan malam, tempat keramaian atau kegiatan lain kecuali kebutuhan mendesak. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan yang bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Ketika bertemu satu sama lain untuk sementara waktu sebaiknya menghindari bersalaman atau bersentuhan. Menunda perjalanan keluar daerah, terutama daerah yang sudah terjangkit Covid-19. Selalu gunakan masker untuk siapa saja, baik orang sakit maupun orang sehat," pintanya menutup.
Sementara itu, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Malut bertambah sebanyak 5 orang menjadi 89 orang. Kelima OTG ini dari Kota Ternate berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.

Sedangkan ODP terjadi penurunan sebanyak 5 orang secara kumulatif, sehingga menjadi 369, namun dua kabupaten mengalami kenaikan yakni di Morotai dan Halsel. Begitu juga dengan kasus PDP mengalami pengurangan 8 orang. Dimana 2 orang PDP yang dinyatakan negatif hasil swab testnya telah dipulangkan.

Kasus PDP yang sementara menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Chasan Boesoerie sebanyak 6 orang dan 1 terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan PDP di Hotel Sahid Bela tinggal 1 orang.(cr-01/cr-03/kai)