Sekali Gempa Susulan, Belum Ada Laporan Kerusakan

Kustoro Hariyatmoko

Ternate, malutpost.id – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Kustoro Hariyatmoko mengungkapkan gempa 5,1 Skala Richter (SR) yang mengguncang Maluku Utara terjadi akibat aktivitas sesar di dasar laut. Dia mengimbau warga Malut yang merasakan gempa bumi agar tidak perlu panik. Sebab, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. “Kami mengimbau warga agar tidak panik dan tetap tenang, karena gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami," ucapnya, Selasa (14/4).

Kustoro juga mengingatkan warga agar tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang dapat memancing keresahan. Sejauh ini, kata dia, baru terjadi satu kali gempa susulan pasca gempa 5,1 SR tersebut. “Itu pun skalanya jauh lebih kecil dari sebelumnya. Jadi warga, harap tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," imbuhnya.

Menurut Kustoro, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban yang diterima. Guncangan gempa sendiri terasa di wilayah Ternate, Tidore Kepulauan, Kota Sofifi, dan Labuha Halmahera Selatan.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,1 SR mengguncang Maluku Utara, Senin (13/4) malam pukul 23.59 WIT. Guncangan gempa terasa begitu mengagetkan warga Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Warga yang sebagian besar sudah terlelap pun sempat berhamburan ke luar rumah.

BMKG mengungkapkan, gempa yang terjadi tak berpotensi tsunami. Lindu tersebut berpusat 81 kilometer barat daya Ternate. Lokasi gempa terletak pada 0.29 Lintang Utara dan 126.82 Bujur Timur.(kai)