Ini Riwayat Perjalanan Pria yang Kabur dari Petugas Medis

PULANG: Pelaku perjalanan yang sempat kabur akhirnya dipulangkan setelah menandatangani surat pernyataan. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id - Pelaku perjalanan yang kabur dari petugas medis dan menghebohkan warga Jumat (17/4) sore baru saja datang dari wilayah zona merah Jakarta. Ini diketahui dari video percakapannya dengan Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy yang beredar luas. Dalam video yang diambil Kamis (16/4) pagi itu, keduanya berbincang di salah satu kamar di Hotel Vellya Ternate sebagai lokasi karantina.

 

Pria yang belakangan diketahui bernama RAH alias Tam (52) itu merupakan pedagang pakaian yang berdomisili di Kelurahan Gamalama, Ternate Selatan. Dalam video tersebut ia memaparkan, akhir Maret lalu ia bertolak ke Jakarta menumpangi KM Dorolonda. Tam hendak berbelanja pakaian lebaran untuk dijual kembali.

 

Lima hari pelayaran, Tam akhirnya tiba di Jakarta. Selama 14 hari di Jakarta, dia mengaku tinggal di toko. "Tapi tokonya sunyi (tak banyak orang belanja, red)," tuturnya.

 

Ketika kembali ke Ternate, ia menumpangi lagi KM Dorolonda dan tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Kamis (16/4) pagi. Tam kemudian mengikuti rapid test bersama penumpang-penumpang lain. 

 

Hasilnya, ia dinyatakan reaktif. Namun Tam menilai itu disebabkan ia kurang tidur dan istirahat, serta menolak dikarantina. "Saya tara tidor satu malam dari Ambon sampe kamari. Saya tara makan pagi. 14 hari di Jakarta pun saya tara rasa gejala apa-apa," ujarnya kepada Muhajirin. "Mungkin saya lelah, imun turun. Kok bilang saya gejala sakit?" sambungnya menyesalkan.

 

Muhajirin terus membujuknya untuk kooperatif menunggu di kamar hotel hingga petugas medis mengambil spesimennya. Namun Tam terus menolak. Ia beralasan barang dagangannya masih di pelabuhan dan belum diangkat. "Saya ke Jakarta cuma untuk belanja dagangan keperluan Ramadan ini. Bukan saya ikut teman-teman (jamaah tablig) ke masjid-masjid," katanya lagi. "Saya tidak demam, tidak batuk, tidak influenza. Saya sehat-sehat saja," imbuhnya.

 

Muhajirin yang dikonfirmasi malutpost.id menceritakan pada akhirnya ia berhasil membujuk Tam untuk berdiam di kamar. "Video itu diambil kemarin pagi. Saya dari Pelabuhan Ahmad Yani lalu ke Vellya untuk beri edukasi pada penumpang yang dinyatakan reaktif, termasuk beliau," tuturnya.

 

Saat dievakuasi ke Vellya, Tam termasuk salah satu yang merontak. Waktu negosiasi untuk naik ke kamar, ia juga tak mau. "Saya tanya sudah bujuk atau belum, katanya masih merontak dan tidak mau. Akhirnya saya ke sana dan bujuk perlahan sampai naik di kamar. Sampai di kamar paitua tetap merontak," ceritanya.

 

Setelah dibujuk, Tam akhirnya menurut. Namun pada Jumat sore tadi Muhajirin mendapat informasi pelaku perjalanan itu melarikan diri dari petugas medis. "Jadi tim medis datang untuk dilakukan swab test dan bawalah ke RS dan dia mengamuk dan lari keluar. Tapi di peristiwa lari keluar itu saya sudah tidak di sana," pungkas Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Kota Ternate itu.

 

Informasi yang dihimpun malutpost.id, usai diamankan warga dan petugas medis, Tam lantas diizinkan pulang setelah diambil spesimennya. Ini setelah ia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia menolak dikarantina dan akan melakukan karantina mandiri di rumahnya.(mg-05)