Asghar: Pasien Positif Covid-19 Butuh Dukungan, Bukan Stigma

DIAMANKAN: Z, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ditemukan petugas medis di Penginapan Surya Pagi Sofifi. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Direktur LSM Rorano Maluku Utara M. Asghar Saleh menilai lolosnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Halmahera Utara adalah blunder yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pasalnya, pasien diizinkan pulang setelah di-swab test tanpa dilakukan karantina.

 

Asghar bilang, meski Z (47), pasien tersebut, masuk rumah sakit dengan riwayat malaria, ia dipastikan memiliki gejala Covid-19. Itulah yang membuat pihak medis mengambil spesimennya untuk di-swab test. “Namun ketika kondisi umumnya sudah membaik, ia diizinkan pulang tanpa dikarantina di lokasi tertentu. Akhirnya pasien yang merasa sehat-sehat saja pasti pulang ke Tobelo. Ini kasusnya mirip Pasien 01 Malut,” tuturnya kepada malutpost.id, Minggu (19/4) dini hari.

 

Pengetahuan akan protokol Covid-19 yang minim juga membuat Z tak langsung melapor ke Gugus Tugas Halut begitu mengetahui dirinya positif. Sebaliknya, ia justru hendak bertolak ke Demak untuk mengonfirmasi langsung statusnya tersebut. Padahal semakin banyak ia bergerak, potensi dirinya menularkan ke orang lain makin besar. “Pasien tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ini menunjukkan sosialisasi ke masyarakat tingkat bawah tentang Covid-19 dan seluk beluknya masih begitu minim,” sambung Asghar.

 

Setelah Z berhasil ditemukan petugas medis di Penginapan Surya Pagi Sofifi dan siap dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie, Asghar menyatakan langkah selanjutnya adalah penyelidikan epidemiologi (PE) dan rapid test ke seluruh kontak erat. “Selain itu pasien ini pasti dalam keadaan tertekan. Foto dan KTP-nya tersebar kemana-mana. Oleh publik ia dicari dan bahkan distigma suku dan sebagainya. Apalagi istrinya ternyata reaktif rapid test. Saya pikir pasien butuh pendampingan dan konseling psikologis. Ini yang masih jarang kita lihat sehingga kemarin ada juga kasus pasien kabur,” ujarnya.

 

Asghar juga mengimbau masyarakat agar memberi dukungan bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ia mendesak untuk menghentikan segala stigma dan diskriminasi. “Virus ini bisa menginfeksinya siapa saja, orang dari suku mana saja. Jadi stop stigma, kita beri dukungan pada pasien agar bisa segera sembuh,” pungkasnya.(mg-05)