Berkaca dari Kasus Z, Jubir Covid-19: Sebaiknya Tidak Mudik!

BERI KETERANGAN: Jubir Gugus Tugas Covid-19 Malut dr. Alwia Assagaf (kiri) saat konferensi pers. (PUTRI CITRA ABIDIN/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara memastikan pencatatan kasus Z (47), pasien terkonfirmasi positif Covid-19, masuk dalam data perkembangan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya, Z terkonfirmasi positif oleh Gugus Tugas Kabupaten Kudus, Jateng, meski akhirnya diisolasi di Malut lantaran terlanjur pulang ke Halmahera Utara.

 

"Pencatatan swab dilakukan di Jateng maka seharusnya yang bersangkutan tetap berada di Jateng. Makanya, ini bahan advokasi kepada pemerintah bahwa memang mudik sebaiknya tidak ada, karena kalau sudah seperti ini risiko menularkan ke yang lain sangat besar," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Malut dr. Alwia Assagaf dalam konferensi pers, Minggu (19/4).

 

Didampingi Kepala Biro Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setdaprov Malut Mulyadi Tutupoho, Alwia menuturkan riwayat perjalanan Z. "Per tanggal 25 Maret itu ke Jakarta dengan maksud berbelanja selama 3 hari. Kemudian 29 Maret ke Demak, kampung halamannya, dan selama 5 hari di rumah, lalu per tanggal 3 April dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan sembuh, yang bersangkutan keluar rumah sakit padahal hasil swab-nya belum keluar. Untuk itu disampaikan harus isolasi di rumah, namun belum seminggu yang bersangkutan lakukan perjalanan kembali ke Malut, dan pada tanggal 3 April sampai ke Kabupaten Halut," jabarnya.

 

Menurut Alwia, Gugus Tugas Halut telah melakukan tracing orang-orang yang sempat berkontak dengan pasien. "Perjalanannya dari Demak sampai ke Halut ini yang perlu di-tracing termasuk supir yang mengantar ke Sofifi dan Tobelo dan kini diamankan. Begitu pun kontak dengan yang lainnya," akunya.

 

Alwia pun meluruskan kabar yang menyatakan hasil rapid test istri Z reaktif. Menurut dia, sang istri nonreaktif sehingga batal dirujuk ke Ternate. "Informasinya dari Gugus Tugas Halut, terdiri istri, anak, keluarga kontak serumah dan kontak beberapa lain, itu semua di-rapid test dan hasilnya nonreaktif. Tapi kemudian 25 orang ini tetap karantina di rumah dinas Bupati. Untuk istrinya ini awalnya ada informasi seperti itu (reaktif, red), tapi istrinya tidak melakukan perjalanan bersama Z sehingga istrinya kita tidak tahu karena tidak ada hasil swab. Istrinya masih ada di Halut," pungkasnya.(mg-05)