Unggah Status di Facebook, IWIP Polisikan Karyawan Sendiri

DIPOLISIKAN: Husen Mahmud, karyawan yang dipolisikan IWIP. (FB PATRA ALAM)

Ternate, malutpost.id – Satu karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Husen Mahmud, dipolisikan pihak perusahaan lantaran mengunggah keresahannya di Facebook. Husen mengaku resah dengan sistem kerja perusahaan yang dianggapnya tak manusiawi. Ia juga mengkritisi sikap perusahaan terkait nasib para pekerja yang dirumahkan.

 

Husen yang dihubungi malutpost.id Minggu (19/4) mengungkapkan, postingannya bermula saat ia membaca berita terkait ketidakpastian sikap manajemen IWIP soal karyawan yang tengah dirumahkan. Para karyawan yang dirumahkan ini tanpa diberi gaji. Dalam pertemuan antara Serikat Pekerja dengan Manajemen IWIP, kata Husen, belum ada kepastian sikap dari Manajemen.

 

Tak hanya itu, karyawan Divisi Workshop Mekanik ini juga merasa kebijakan perusahaan tak manusiawi. Misalnya, para karyawan harus bekerja tanpa libur. “Kami kerja tanpa libur, 7 hari dalam seminggu. Dari jam 7 pagi sampai jam 7 sore. Ada yang shift, ada juga pegawai nonshift. Kalau ada yang libur langsung dirumahkan,” tuturnya.

 

Merasa diperlakukan tidak adil itu, Husen pun menuliskan kemarahannya lewat akun Facebook-nya yang bernama Patra Alam. Unggahan itu membuatnya diproses hukum. Sabtu (18/4) kemarin, Husen dijemput security dari lokasi kerjanya. “Saya diinterogasi penyidik Polres Halteng dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Katanya saya mencemarkan nama baik perusahaan dan menyebarkan provokasi,” ungkapnya.

 

Husen yang dikontrak IWIP selama setahun juga bilang, kondisi mes di perusahaan tak layak tinggal. Pasalnya, jumlah kamar dengan jumlah karyawan tak sebanding. Alhasil, satu kamar bisa ditempati hingga 10 orang. “Jadi saya memilih kos di Weda. Apalagi musim corona seperti ini,” akunya.

 

Saat ini, Husen berstatus Terlapor di Polres Halmahera Tengah. Dia bilang, rencananya penyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadapnya Senin (20/4) besok di Mapolres Halteng. Namun hingga kini belum ada surat panggilan yang masuk. “Saya juga belum cari bantuan hukum. Tapi teman-teman dari serikat pekerja sangat support,” ujar pria 21 tahun ini.(kai)