Keluarga ODP Halmahera Utara yang Meninggal Tolak Pemakaman Protap Covid-19

PENGANTARAN: Tim medis ketika mengantarkan jenazah pasien yang meninggal dengan status ODP. (ISTIMEWA)

Tobelo, malutpost.id – Keluarga pasien yang meninggal di RSUD Tobelo, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dengan status orang dalam pemantauan (ODP) menolak jenazah pasien dimakamkan dengan prosedur tetap Covid-19. Keluarga bahkan ngotot mengeluarkan jenazah pasien berinisial SF (26) itu dari peti matinya. Tindakan ini membuat petugas medis dan pihak keluarga sempat terlibat adu mulut hingga jenazah batal dimakamkan malam ini.

 

Informasi yang dihimpun malutpost.id, jenazah SF dipulangkan ke rumahnya di Kecamatan Kao Teluk, Halut, malam ini menggunakan ambulans. Jenazah SF yang didiagnosis mengidap TBC dikawal tenaga medis RSUD Tobelo dan pihak keamanan.

 

Namun sesampainya di desa, jenazah langsung dikeluarkan keluarga SF dari ambulans dan diangkat masuk ke dalam rumah. Keluarga lantas membongkar peti dan mengeluarkan jenazah dari dalam peti dan membawanya ke kamar.

 

Padahal, awalnya jenazah SF diagendakan dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19. Itu berarti, orang-orang yang memakamkan wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) dan jenazah tak bisa dikeluarkan dari petinya.

Melihat tindakan pihak keluarga itu, tim medis lantas memberikan penjelasan terkait status dan riwayat penyakit pasien. Dimana pasien dengan riwayat gejala Covid-19 dan meninggal dengan status ODP amat berbahaya jika dimakamkan seperti umumnya. Alhasil, mendiang SF harus dimakamkan dengan protokol Covid-19.

 

Sayangnya, pihak keluarga tak menerima penjelasan itu. Mereka meyakini SF meninggal karena infeksi paru-paru, bukan karena virus corona.

Keluarga juga mengecam tindakan tenaga medis yang membunyikan sirine ambulans dan mengenakan APD lengkap. Bagi pihak keluarga, langkah itu seakan memancing perhatian masyarakat lain bahwa pasien meninggal karena Covid-19. Mereka takut warga lain akan menjauhi keluarga pasien.

 

Tak adanya titik temu dengan pihak keluarga membuat tenaga medis memutuskan kembali ke Tobelo. Rencana pemulasaran jenazah yang harusnya dilakukan malam ini pun batal. Sementara pihak Puskesmas Kao Teluk yang hadir di kediaman  mendiang SF menyerahkan resesi pemakaman sepenuhnya kepada pemerintah desa setempat.

 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Halut Deky Tawaris yang dikonfirmasi menuturkan, tim sudah bekerja sesuai prosedur tetap Covid-19. Meski pasien tersebut belum diketahui hasilnya positif Covid-19 atau tidak dan punya gejala penyakit lain, sesuai riwayat dia pernah kontak langsung dengan orang yang melakukan perjalanan dari zona merah yakni Ternate. "Sehingga kami melakukan langkah antisipasi dan pencegahan. Jika pihak keluarga bersikap demikian, maka yang nantinya jika terjadi masalah atau hasil yang bersangkutan positif, maka yang salah bukan tim, akan tetapi keluarga itu sendiri," tegasnya.(kai)