Akses Sulit, Kartu Prakerja tak Laku di Maluku Utara

Ilustrasi kartu prakerja. (KEMNAKER.GO.ID)

Ternate, malutpost.id – Pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang kedua telah resmi dibuka. Ironisnya, pada gelombang pertama tidak ada satupun peserta dari Maluku Utara yang mendaftar. Padahal Maluku Utara sendiri diberi kuota 26.954.

 

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Malut Sri Bagio menuturkan, pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 17 April dan gelombang kedua dibuka mulai 20 April. ”Gelombang pertama tidak ada yang mendaftar,” ujarnya. 

 

Bagio mengaku pada gelombang pertama ditargetkan 793 orang yang mendaftar. Namun sayangnya tidak ada satupun yang mendaftar hingga batas penutupan gelombang pertama. ”Sampai penutupan juga belum ada yang mendaftar untuk gelombang pertama,” katanya. 

 

Menurut informasi yang diterima di lapangan, sambung Bagio, animo masyarakat mendaftarkan kartu prakerja menurun untuk wilayah Maluku Utara lantaran akses ke situs atau website yang agak sulit. ”Menurut informasi yang didapat, karena akses yang lambat serta jaringan juga akhirnya pelamar banyak yang tidak mendaftar,” tegasnya. 

 

Sedangkan bagi peserta yang sudah mendaftar pun belum tentu bisa mendapatkan kartu prakerja tersebut. ”Karena yang menentukan dari pusat. Jadi hal ini juga berlaku seperti data karyawan yang di-PHK atau dirumahkan yang kami kirim ke pusat beberapa waktu lalu, kalau mereka tidak mendaftar tidak mendapatkan kartu prakerja," ungkapnya. 

 

Pada gelombang kedua yang baru dibuka kemarin pendaftar belum mencapai 100 orang. Bagio mengaku peserta yang mendaftar melalui Disnaker kemarin satu peserta bisa memakan waktu 5 sampai 10 menit untuk berhasil. "Aksesnya sangat lambat, dan satu peserta yang kami dampingi mendaftar kemarin saja satu peserta memakan waktu cukup lama, karena loading lambat,” tandasnya.

 

Bagio berharap ada dispensasi dari pemerintah pusat untuk wilayah Maluku Utara. "Karena kasihan mereka yang di pelosok yang sulit akses jaringan internet tentu sangat sulit mendaftar,” pungkasnya.(kai)