Pasien Asal Tikep Meninggal, Pemakaman dengan Protokol Covid-19

PROTOKOL COVID-19: Prosesi pemakaman pasien asal Tikep yang meninggal dunia dengan gejala sakit tenggorokan dan infeksi paru-paru. (ISTIMEWA)

Tidore, malutpost.id - Satu pasien di Kota Tidore Kepulauan meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol pemulasaran jenazah Covid-19. Pasien berjenis kelamin perempuan ini meninggal dunia setelah dirawat di RSD Tidore dengan gejala sakit tenggorokan dan infeksi paru-paru.

 

Informasi yang dihimpun malutpost.id, pasien berusia 20 tahun itu menghembuskan napas terakhir Minggu (26/4) malam pukul 23.40 WIT. Saat dirawat, hasil rapid test-nya nonreaktif. Namun gejala klinis dan hasil foto rontgen disebut terdapat kelainan pada paru-paru.

 

Prosesi pemakaman jenazah pasien berstatus mahasiswa itu dilakukan sejak Senin (27/4) pagi. Dengan protokol Covid-19, empat petugas medis RSD Tidore mengantarkan jenazah ke kampung halamannya di Kecamatan Oba Tengah. Pemakaman dilaksanakan di TPU setempat dan mendapat pengawalan ketat anggota TNI/Polri yang dilengkapi alat pelindung diri (APD).

 

Direktur RSD Tidore dr. Fahrizal Maradjabessy membenarkan kematian salah satu pasien itu. Pasien awalnya dirawat di Puskesmas Galala dengan gejala demam dan sesak napas. Ia lalu dirujuk ke RSD Sabtu (25/4) kemarin. "Saat datang ke RSD oksigen dalam darah tinggal 40 persen. Perkembangan penyakitnya juga cepat sekali, Kamis sesak napas Minggu malam meninggal sehingga kami khawatir ada indikasi Covid-19. Tapi pasien belum sempat di-swab test karena kondisinya tidak memungkinkan," tuturnya.

 

Menurut pihak keluarga, pasien sempat mengalami asma. "Tapi kalau asma, dikasih obat spray biasanya langsung lega. Kalau ini tidak, kami kasih oksigen dan obat pun tetap sama. Hasil rontgen seluruh lengkungan parunya juga putih," ujarnya.

 

Pihak keluarga pun menerima pemulasaran jenazah dilakukan dengan prosedur Covid-19. Keluarga juga disarankan lakukan isolasi mandiri. Pasien sendiri memiliki riwayat perjalanan dari Ternate.(mg-05)