dr. Atia: Pasien Positif Covid-19 Hanya Sewa Mes Dua Sekawan

Hj. Atia Ishak

Ternate, malutpost.id - Polemik identitas salah satu pasien positif Covid-19 di Ternate yang disebut sebagai karyawan toko ritel Dua Sekawan membuat pengelola Puskesmas Kalumata, Ternate Selatan, ikut angkat bicara. Puskesmas Kalumata sendiri memiliki wilayah kerja meliputi lokasi toko dan mes Dua Sekawan berada.

 

Kepala Puskesmas Kalumata Hj Atia Ishak mengungkapkan, pasien yang latar belakangnya dipolemikkan itu adalah WS (53), yang merupakan seorang pendatang. Pria tersebut berprofesi sebagai konsultan. "Dia dari Jakarta bersama empat temannya," ungkap Atia kepada malutpost.id, Selasa (28/4).

 

WS dan rekan-rekannya, sambung Atia, mengontrak mes milik Dua Sekawan dan tinggal sementara di situ. Atia menegaskan, WS hanya mengontrak mes, dan bukan karyawan Dua Sekawan seperti yang ramai dibicarakan publik. "Karena datang untuk kerja dan mereka itu kontrak di situ. Mes beralamat di Jati, kalau toko Dua Sekawan sendiri di Mangga dua Utara," sambungnya. 

 

Atia memaparkan, WS datang dari Jakarta pada 5 Maret. "Baru merasakan sakit dengan gejala yang tidak menunjukkan ke Covid-19. Dia lemas dan tidak ada nafsu makan sehingga berobatlah ke RSUD Chasan Boesoirie langsung ke dr. Handoko (ahli paru, red), terus dirontgen hasilnya ada flek atau pneumonia, sehingga dilakukan swab test," terangnya. 

 

Sementara menunggu hasil, WA dianjurkan pulang dan melakukan pengobatan serta isolasi diri di rumah. "Istrinya yang dari Jakarta pun datang dan merawatnya langsung. Lalu,m pada saat hasil swabnya keluar hasilnya itu positif tapi dia secara fisik itu sudah sehat," aku Atia. 

 

Saat ini, WS dan istrinya sudah diisolasi. "Saat ini, dia tetap dirawat di RSUD karena dia positif, sekalian dengan istri juga dilakukan karantina karena memiliki kontak langsung. Sementara teman-teman lainnya lebih memilih untuk pindah meskipun hasil rapid test mereka nonreaktif. Tapi pihak kami telah mengamankan dan terus memantau mereka lakukan isolasi karena mereka masih butuh di-rapid test yang kedua kalinya," pungkas Atia.(mg-05)