Penularan Transmisi Lokal COVID-19 Bertambah, Malut Siap Menuju New Normal?

dr. Alwia Assagaf

Ternate, malutpost.id - Grafik penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) di Maluku Utara pada Mei 2020 rata-rata 2 kasus dalam sehari. 
Hingga Rabu 27 Mei jumlah kasus positif di Malut 119 kasus. 
 
Sementara analisa ahli dan tim pakar epidemiologi memprediksikan puncak pandemi di Malut bakal terjadi pada 17 Juni bulan depan. 
 
"Perhari kita update kasus positif itu sangat signifikan, maka sangat dimungkinkan kita berjumpa dengan orang positif tetapi tanpa gejala," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr. Alwia Assagaf. 
 
Wacana new normal yang dimaksud lanjut, Alwia dimana masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi dengan tetap memperhatikan prokol kesehatan COVID-19 seperti social distancing, physical distancing, gunakan masker dan cuci tangan pakai sabun saat beraktivitas. 
 
"Jika ini tidak dilakukan maka kemungkinan besar akan terjadi transmisi lokal yang tidak diketahui sumbernya," jelasnya. 
 
Dalam penerapannya, lanjut Alwia, aktivitas manusia seperti school from home, work frome home sebagai upaya menghindari terjadinya penularan. "Adalah untuk mencegah tertular, ini yang harus kita lakukan bukan hidup normal seperti biasa," paparnya.
 
Alwia lantas menyinggung ramalan ahli epidemiologi bahwa jumlah kasus positif COVID-19 akan mencapai ribuan. "Bisa jadi akan terjadi di Ternate atau di Malut, berapa sih jumlah penduduk kita, tidak lama kita semua bisa terjangkit, jadi apa yang dikatakan heart imunnity atau siapa yang kuat dia akan bertahan (bisa terjadi)," ungkapnya. 
 
Apalagi kata Alwia, tidak ada kategori usia rentan terjangkit virus tersebut. Data menunjukan usia produktif tertinggi daripada usia lanjut atau dengan penyakit komorbit (penyakit penyerta). 
 
"Ternyata usia produktif banyak, itu sebabnya kita harus menyadari lindungi keluarga kita dengan protol kesehatan," pungkasnya. (ikh)
 
 
-
Editor : Ikram Salim