Tak Bisa Bayar Rapid Test, Supir Truk Logistik Mogok

Truk lintas Pulau Halmahera mogok di areal Pelabuhan Ferry Bastiong, Ternate. (FOTO: HASBI KONRAS/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Ratusan sopir truk pengangkut logistik lintas Pulau Halmahera mogok beroperasi, Selasa (2/06). Mereka bersikap, tidak menyuplai logistik ke sejumlah wilayah di halmahera karena wajib membawa surat keterangan hasil rapid test berbandrol ratusan ribu.

Pantauan malutpost.id, mobil truk yang harusnya beroperasi terparkir di area pelabuhan Ferry Bastiong, Ternate sejak Senin kemarin. Padahal, logistik atau muatan sudah terisi dan siap di suplai ke wilayah halmahera. Tampak spanduk berisi protes dan keluhan terpampang di depan truk.

Koordinator lapangan sopir lintas halmahera, Syahril Sarifuddin menuturkan, aksi mogok itu dilakukan karena kebijakan pemerintah di semua kabupaten yang mewajibkan supir truk melampirkan surat rapid test saat melintas. 

“Petugas di perbatasan itu katakan bahwa surat keterangan sehat dan kartu kuning sudah tidak diberlakukan, sekarang harus ada hasil rapid test,” katanya.

Sementara rapid test lanjut Syahril, pihaknya harus membayar sekitar Rp600-800 ribu. Sementara supir harus membayar dobel kenek. "Otomatis biaya yang harus disiapkan setiap melintas Rp1,2 juta sedangkan keuntung biasanya hanya Rp1 juta lebih paling tinggi," kata Syahril.

Beberapa rekan supirnya dicegat di Halsel dan Halteng dan tidak diijinkan untuk masuk ke wilayah padahal barang yang mereka bawa merupakan kebutuhan masyarakat setempat.

“Padahal memuat logistik kebutuhan pokok masyarakat dan mereka harus balik ke Ternate karena tidak ada hasil rapid test,” ungkapnya.

Untuk itu, mereka berharap, tim gugus tugas di provinsi dan kabupaten kota agar meniadakan pemberlakukan pemeriksaan rapid test bagi sopir truk pengangkut logistik lintas kabupaten kota. 

“Tapi kalo diwajibkan harus rapid test maka biaya rapid untuk sopir pengangkut logistik ini ditanggung pemerintah. Kami siap rapid test tapi siapa yang bayar. Kami tidak mampu bayar,” tandasnya. (aby)

 

-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor  : Ikram Salim