Disambut Haru, Ini Curhat Perawat Positif yang Sembuh

Nurlita (ketiga dari kiri) bersama sang ibu disambut oleh rekannya di Hotel Sahid Bela, Ahad (14/6). (FOTO: IKRAM/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Suasana lobi Hotel Sahid Bela, Ahad (14/6) mendadak ramai. Pasalnya, 8 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh hari ini satu diantaranya merupakan tim medis Gustu Covid-19 Malut bernama Nursita Syahrudin. 
 
Dia mendapat sambutan bak pahlawan dari rekannya sesama medis. Mereka menunggu di lobi hotel sambil membawa pamflet bertuliskan kata-kata semangat. 
 
"Selamat bergabung kembali di tim gugus tugas, Tata (panggilan akrab Nursita)," kata sejumlah rekannya. 
 
Kepada wartawan Nursita mengaku, sempat syok saat tahu positif Covid-19 atau terinfeksi virus corona. Apalagi, informasi itu ia dapat bertepatan dengan hari ulang tahun sang ibu. Kondisi psikologis itu membuat sempat jatuh sakit.
 
"Positif itu tanggal 15 Mei dan itu hari lahir ibu saya, sebelumnya saya reaktif itu tanggal 7 Mei, dan sampai saya sakit makanya saya berfikir tidak boleh pikiran saya harus sehat," katanya saat diwawancarai sejumlah awak media, Ahad (14/6).
 
Empat hari setelahnya atau tepat 19 Mei, lanjut Nursita, spesimen sang ibu Aisyah Hi. Basir juga dinyatakan positif. Hal itu membuatnya makin drop, lantaran sang ibu memiliki penyakit bawaan. "Saya khawatir karena usia ibu juga sudah lanjut, tapi kita bisa lewati ini bersama dan bisa sembuh," ujarnya.
 
Dijelaskannya, lebih dari 1 bulan dirinya bersama sang ibu menjalani karantina bersama pasien positif lainnya. Bahkan mereka kompak saling mendukung agar cepat sembuh. 
 
"Saya sebenarnya berat tinggalkan teman lainnya, karena kami sudah merasa seperti saudara," katanya berkaca-kaca. 
 
Dia bilang, selama ini masyarakat beranggapan virus corona tidak ada dan hanya akal-akalan pemerintah. "Saya sendiri merasakannya, dan virus ini nyata, jadi masyarakat jangan memberikan stigma kepada petugas medis terkait ini," katanya. 
 
Sementara, Aisyah Hi. Basir mengaku berterima kasih kepada petugas medis dan tim gustu Malut yang dengan sabar merawat mereka hingga sembuh. "Karena ada anak saya didalam jadi saya merasa lebih semangat," ujarnya. 
 
Koordinator Sekertariat Posko Covid-19 Malut, Aly Yau berharap agar masyarakat mematuhi prokol kesehatan. "Virus ini nyata, apa yang dialami oleh Tata dan ibunya, pasien bisa sembuh kalau ikuti prokol kesehatan," pungkasnya. (ikh)
 
 
 
-
Editor : Ikram Salim