Terhalang Awan Tebal, Puncak Gerhana Matahari di Ternate Tak Terlihat

Gerhana matahari sebagian yang terpantau menggunakan teleskop BMKG, Ahad (21/6). (Foto/BMKG Ternate)

Ternate, malutpost.id - Puncak Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang terjadi pada pukul 17.34 WIT di Kota Ternate tak terlihat, Ahad (21/6). 
 
Kondisi cuaca berawan dan sempat hujan membuat pengamatan observasi oleh Stadion Geofisika Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate di gedung observasi Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate terhalang. 
 
"Karena terjadi hujan jadi objeknya yaitu bulan kemudian matahari dan hujan tertutup awan sehingga sampai dengan puncaknya masih tertutup awan," kata Kepala Stadion Geofisika Ternate BMKG, Kustoro Hariyatmoko, di gedung observasi BMKG, Ahad (21/6).
 
Dia menjelaskan, untuk wilayah Maluku Utara, fenomena langit langkah terjadi dalam 3 fase yakni fase parsial awal dimulai pukul 16.29 WIT, fase puncak gerhana pukul 17.34 WIT, dan fase kontak pasrsial akhir gerhana 18.30 WIT. 
 
Kustoro bilang, hingga pukul 17.48 baru gerhana matahari bisa terpantau menggunakan teleskop. Namun begitu, dua objek tersebut masih tetap terhalang awan. "Gerhana ini terjadi sekitar 40 persen (ketertutupan, red)," ujar Kustoro. 
 
Dikatakannya, GMS yang terjadi tersebut tidak berdampak pada fenomena alam lainnya. Menurutnya, gerhana bisa terjadi 3 kali setahun. "Fenomena ini terjadi karena bulan dan matahari berada dalam satu bidang," ujarnya.
 
Selain itu, lanjut Kustoro, pihaknya juga melakukan pengamatan bulan dzulkaidah. "Sekaligus kita amati bulan baru 1441 Hijriah," pungkasnya. (ikh)
 
 
 
Peliput : Tim
Editor   : Ikram Salim