Kisah Pilu Pasien Sembuh di Halteng: Ditolak di Penginapan Maros 2, Tidur Sementara di Perumahan Dokter

Ridwan Basalem

Weda, malutpost.id - Stigmatisasi kembali dialami pasien sembuh dari virus corona. Kali ini korbannya, Harasan Hanafi, Warga Desa Elfanun, Kecamatan Gebe. Lelaki 25 tahun itu dinyatakan sembuh bersama Muhammad Badar,  warga Desa Were, Kecamatan Weda. Keduanya diizinkan pulang oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, Rabu (24/6) malam.
 
Muhammad Badar langsung diantar oleh Gugus Tugas Kabupaten Halmahera Tengah, ke rumahnya di Desa Were. Sedangkan Harasan Hanafi diinapkan di penginapan Maros 2 Kota Weda, karena belum ada perhubungan ke Gebe.
 
Namun, ia terpaksa dipindahkan ke perumahan dokter di Desa Wedana depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda, lantaran ditolak oleh pemilik penginapan karena diprovokasi. Dia  takut semua penghuni penginapan keluar dari penginapan. 
 
Diketahui dalam perjalanan pulang dari Ternate, dua pasien dikawal oleh  BPBD Provinsi bagian evakuasi pos Sofifi Zainudin Z dan langsung diserahkan ke gustu Halmahera Tengah. 
 
Kepala Sekertariat Gugus Tugas Covid-19 Halteng, Ridwan Basalem mengatakan, kedua pasien sembuh telah menjalani perawatan selama dua bulan lebih di Ternate. 
 
Sebelumnya, Muhammad Badar sesuai hasil investigasi tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah, yang bersangkutan hanya berada di dalam Kota Weda dan pernah ke Weda Tengah. 
 
Sementara Harsan Hanafi memiliki riwayat perjalanan di luar Mauku Utara. Harsan sebelumnya dari luar Maluku Utara menggunakan kapal laut KM.Dorolonda tujuan Ternate. 
 
Dia langsung ditahan oleh petugas Gugus Provinsi di Ternate lantaran memiliki riwayat perjalanan ke zona merah. 
"Alhamduliallah sekarang dua pasien Halteng dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab terakhir," ujarnya.
 
Meski begitu, masyarakat diimbau  mematuhi prorokol kesehatan dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak. "Dihimbau kepada warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya. (mpf)
 
 
 
-
Peliput : Fahrudin Udi
Editor   : Ikram Salim