Polda Bongkar Penyelundupan Narkoba 2,5 Kg Jaringan Lapas Ternate

Kapolda Malut Irjen (Pol) Rikwanto dalam konferensi pers di Polda Malut. (Hasbi/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id - Direktorat Reserse Narkoba kembali membongkar peredaran narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas II A Ternate. Tak tanggung-tanggung, narkoba jenis ganja yang berhasil disita seberat 2.547,8 kilogram. 
 
Aktor utama sekaligus pemilik barang haram tersebut  merupakan narapidana kasus narkoba yang mejalani hukuman di Lapas Ternate bernama AK alias Akbar. 
 
Kapolda Malut, Inspektur Jenderal Polisi Rikwanto mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan tersangka RR alias Ramdani. Ia ditangkap pada 18 Juni 2020 sekitar pukul 21.00 WIT saat menjemput paket kiriman berisi ganja di jasa pengiriman J&T di Kelurahan Stadion Kota Ternate.
 
Ditangan Ramdani, polisi menemukan tiga paket besar dengan berat 2,5 kilogram dan satu sachet sedang dengan berat 47,80 gram ganja dibungkus dengan celana jeans.
 
Dari hasil interogasi, Ramdani mengaku bahwa barang tersebut milik temannya bernama Akbar yang kini menjalani hukuman pidana di Lapas kelas IIA Ternate.
 
“Paket kiriman berisi ganja ini dikirim dari Kota Medan Sumatera Utara,” ungkap Kapolda yang didampingi Direktur Resnarkoba, Kombes (Pol) Setiadi Sulaksono dan Kabid Humas, AKBP Adip Rojikan, Selasa (30/6).
 
Kapolda bilang, dari keterangan Ramdani itulah, polisi lalu mengintrogasi Akbar yang akhirnya mengakui barang haram tersebut miliknya. "Ganja itu rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Ternate dan sekitarnya," ungkap Rikwanto.
 
Jenderal bintang dua jebolan Akpol 1988 itu mengungkapkan, RR alias Ramdani merupakan mantan residivis. Ia pernah ditangkap atas kasus narkoba dan bebas dari penjara pada 2015 lalu.
“Sewaktu menjalani pidana di Lapas itu, Ramdani bertemu dan kenal dengan Akbar,” tutur Rikwanto.
 
Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Kapolda menegaskan, pihaknya akan terus mendalami jaringan peredaran narkoba itu hingga ke Kota Medan yang akan bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara.
“Untuk Akbar juga tetap diproses,” tandas Kapolda. (aby)
 
 
-
Peliput : Hasbi Konoras
Editor   : Ikram