Pagi ini Desa Waitina Kembali Dilanda Banjir Berlumpur, Hendra: Semoga BNPB Bisa Bantu Kami

Dua petugas BPBD Kepsul mengevakuasi barang warga yang bisa diselamatkan dari terjangan banjir bandang di Desa Waitina, Sabtu (6/7). (Dok. BPBD Kepsul)

Ternate, malutpost.id - Belum sempat surut, banjir bandang bercampur lumpur kembali melanda Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Senin (6/7) pukul 07.30. Banjir setinggi pinggang orang dewasa itu merendam sekira 98 rumah. 
 
Hujan deras yang mengguyur puncak gunung Pulau Mangoli membuat sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut banjir, salah satunya sungai Waisenga di Desa Waitina.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula Hendra Umabaihi kepada malutpost.id mengatakan, banjir susulan yang terjadi di Desa Waitina ini karena hujan deras di pegunungan. 
 
"Kalau di desa hanya hujan rintik-rintik tapi karena hujan deras di puncak jadi imbas di sini," kata Hendra, Senin (6/7).
 
Dia bilang, kondisi ini diperparah dengan air laut pasang. Sehingga air tidak bisa teraliri ke pantai dan meluap ke pemukiman. "Karena sekarang musim timur (gelombang tinggi. Red), rencana hari ini normalisasi tetapi karena masih banjir jadi kita tunda," jelasnya.
 
Dia bilang, dari laporan BPBD terdapat 3 desa di Kepsul yang terkena banjir yakni Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Desa Naflou, Kecamatan Mangoli Timur 11 rumah dan Desa Waitina 102 rumah ini yang terparah.
 
Lanjut Hendra, saat ini pihaknya telah mengevakuasi semua warga ke posko pengungsian sementara. Petugas juga sudah menyiapkan dapur umum. Soal penanganan pasca banjir, pihaknya sangat berharap dukungan Pemprov Malut dan pemerintah pusat. "Kami sangat berharap ada dukungan dari BNPB pusat yang hari ini kunjungi ke Malut agar bisa memberikan bantuan," tandas alumni IPDN tersebut. (ikh)
 
 
 
-
Peliput : Tim
Editor   : Ikram