4 Bulan Terjebak di Pantai Gading, Jenazah ABK Asal Ternate Dipulangkan Pekan Ini

Paspor Almarhum Riki Rifaldi. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id  - Jenazah Almarhum Riki Rifaldi Idris, anak buah kapal (ABK) asal Kelurahan Takome, Kota Ternate, Maluku Utara hingga saat ini belum bisa dipulangkan ke Indonesia.

Terhitung sudah 4 bulan jenazah pria 25 tahun tersebut terjebak di Pantai Gading sejak meninggal di perairan Abidjan Afrika Barat pada 16 Mei 2020 lalu. Kabarnya, dalam waktu dekat, jenazah pria yang bekerja di kapal HARVER 352 berbendera China itu segera dipulangkan ke tanah air.

Pengacara keluarga korban, Ridho Fichry mengatakan, pemulangan jenazah terbentur aturan di negara Afrika Barat tersebut.

Dimana setiap warga negara asing yang meninggal di Pantai Gading wajib diperiksa identitas kewarganegaraan termasuk penyebab kematian. Jenazahnya sendiri, kata Ridho, tiba di Kota Abidjan pada 17 Mei atau sehari setelah meninggal. 

”Kita sudah koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kemenlu langsung menghubungi KBRI Dakar Senegal untuk melakukan pemeriksaan ke Abidjan,” kata Ridho kepada malutpost.id, Kamis (6/8/2020).

Ridho bilang, pemeriksaan itu tertunda akibat pandemi Covid-19. Sehingga, status kewarnegaraan Indonesia korban habis dalam jangka waktu 14 hari. Dan proses pengangkatan status WNI harus melalui pengadilan setempat. 

“Proses pengaktifan kembali status WNI-nya sudah selesai Senin kemarin (3 Agustus 2020, Red),” ungkapnya.

Dikatakan Ridho, informasi dari perusahaan Delta Samudera Berjaya dan Kemenlu RI, jenazah akan dipulangkan pekan ini. Namun, tambah Ridho, pihak keluarga terlebih dahulu membuat surat permohonan pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pemulangan ini, kata Ridho, setelah dibukanya lockdown pada 31 Juli lalu oleh pemerintah setempat. "Surat sudah kami kirimkan ke pihak perusahaan perekrutan yang berada di Jawa Tengah,” akunya.

“Kemungkinan antara tanggal 7 atau 9 Agustus sudah tiba di Indonesia,” tambahnya.

Umar Boamona salah satu keluarga korban mengatakan, pihak keluarga dari awal menginginkan agar jenazah bisa dipulangkan meski menunggu lama. Menurutnya, informasi pemulangan jenazah diterima dari pengacara. "Kami mendapatkan informasi dari pengacara bahwa antara tanggal 8 atau 9 sudah tiba di Indonesia,” pungkasnya. (mg-03)

 

-

Peliput : Muhatir S. Badaruddin

Editor : Ikram