Jelang Pilkada, Ismail Kharie Didepak dari Ketua Golkar Kepsul

Ilustrasi pergantian Ketua Partai Golkar. (ISTIMEWA)

Sanana, malutpost.id - Pucuk pimpinan DPD II Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Sula berganti. 
 
Ismail Kharie yang sebelumnya menduduki posisi ketua didepak dari pucuk pengurus. Pemberhentian itu disusul pengangkatan Mandala Sangadji sebagai pelaksana tugas.
 
Hal itu dipastikan melalui surat keputusan DPD Golkar Malut Nomor : SKEP-0077/DPD/Golkar-MU/VIII/2020 yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPD I Golkar Malut, Alien Mus dan Arifin Djafar tertanggal 12 Agustus 2020. 
 
Mandala Sangaji saat dikonfirmasi malutpost.id membenarkan keputusan pemberian dan pengangkatan tersebut.
 
Menurut Mandala, alasan pemberhentian Ismail lantaran dianggap melanggar kode etik partai karena membangkang terhadap keputusan partai. 
 
"Dia (Ismail) sempat melawan bikin musda tandingan bersama-sama dengan Hamid Usman. Ini sudah diselesaikan secara internal. Tapi masih masih belum mengakui kepemimpinan Alien Mus yang sah," katanya Kamis (13/8/2020).
 
Selain itu, lanjut Mandala, mantan Ketua DPRD Malut itu  juga dianggap mengabaikan aturan partai seperti membentuk pengurus satu tingkat dibawah pengurus kabypateb. 
 
"Salama menjabat sebagai ketua Golkar di Sula, yang bersangkutan tidak membentuk pimpinan partai di tingkat kecamatan," ungkap Mandala.
 
Mandala bilang, sikap apatis Ismail ini juga sampai ke telinga pengurus pusat. Hanya saja, Ia tak menggubris.
 
"Ini terbukti saat pengurus DPP, Azis Samsuddin ke Malut kita rapat bersama internal yang melibatkan semua ketua kabupaten/kota. Dan ternyata sampai saat itu juga pengurus ditingkat kecamatan belum dibentuk," paparnya.
 
Pertimbangan itu pula, menjadi dasar DPD I Golkar Malut mengusulkan pemberhentian Ismail sebagai ketua Golkar Sula ke DPP. Dia bilang, itu sebagai langkah penyelamatan partai jelang Pilkada. "Tapi dia hanya diberhentikan jabatannya bukan berhenti dari kader partai," katanya.
 
Sementara itu, Ismail dikonfirmasi wartawan membenarkan pemberhentiannya dari jabatan ketua."Iya, benar. Saya di PLT oleh DPD I Golkar Maluku Utara," kata Ismail.
 
Ismail mangaku tidak tahu menahu alasan dirinya diberhentikan dari jabatan ketua Golkar Kepsul."Saya tidak tahu (asalan pemecatan)," akunya.
 
Kendati didepak, Ismail hanya pasrah dan menerima apa yang menjadi keputusan partai."Ya harus terima. Habis mau diapain lagi," pungkasnya. (cr-01)
 
 
 
-
Peliput : Gunawan Tidore
Editor   : Ikram