Jabatan Kepsek Muhammadiyah Ternate Dicopot, Ada Apa?

Kadikbud Malut Imam Mahdi Hasan. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara mencopot Nursany Samaun dari jabatan kepala sekolah  SMA Muhammadiyah Kota Ternate. 
 
Pemberhentian ini tertuang dalam surat nomor 800/425/Disdikbud-MU/2020. Kebijakan ini ditengarai akibat jumpa pers  yang dilakukan pihak sekolah dan menepis isu ijazah palsu yang menyeret salah satu calon Bupati Halmahera Selatan. Surat tertanggal 24 Agustus 2020 itu ditandatangani Sekertaris Dikbud Malut Amirudin. 
 
Isi surat itu menyebutkan, selain pemberhentian dari jabatan kepala sekolah, Nursanny Samaun juga dikembalikan ke Dikbud Malut untuk dilakukan pembinaan.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Imam Makhdy kepada malutpost.id menuturkan, Dikbud Malut memiliki kewenangan atas Nursanny. Sebab, Nursanny merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).
 
“Jadi tidak perlu ada orang lain yang dampingi dia. Tidak ada urusan dengan kuasa hukum. Karena ini kewenangan Dinas. Ini Dinas yang panggil, bukan pengadilan,” tegas Imam Mahdi.
 
Pemberhentian Nursanny dari jabatan kepala sekolah kata Imam, murni demi pendidikan. Dia menepis ada kaitannya dengan politik. Pencopotan dari jabatan kepsek itu juga karena Nursanny telah berani melakukan konferensi pers dan menyebutkan data Usman Sidik itu tercatat di dokumen buku induk 8355. 
 
"Namun, saat data tersebut diminta oleh Dikbud, alasan yang disampaikan Nursanny bahwa masih akan dicari," ungkap Imam.
 
Nursanny, lanjut Imam, dipanggil oleh Dikbud sebagai bawahan di Dikbud. Karena Nursanny bukan pegawai yayasan.
 
“Terus yang dia sampaikan soal 8355 dalam jumpa pers itu mana. Berarti dia berbohong. Dia kami beri sanksi disiplin,” kata Imam. 
 
“Kami urus pendidikan, bukan urus urusan politik. Pendidikan itu buat orang jadi bermartabat dan jujur, bukan jadikan orang untuk berbohong,” tandas Imam. (aby)
 
 
 
-
Peliput : Hasbi Konoras
Editor   : Ikram