Fix, Hanya Dua Paslon di Pilkada Halsel, Petahana Keok Sebelum Berlaga

Ruang pendaftaran di kantor KPU Halmahera Selatan tampak tegang saat kedatangan calon wakil bupati Muchlis Sangaji, Ahad (6/9/2020). (Foto: Samsir/malutpost.id)

 Labuha, malutpost.id - Ambisi Bahrain Kasuba sebagai petahana di pemilihan bupati dan wakil bupati Halmahera Selatan 2020 tamat sebelum berlaga.  
 
Pasalnya, hingga detik terakhir penutupan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ahad (6/9/2020), bupati aktif tersebut tidak hadir hingga pukul 00.00 WIT. 
 
Justru yang terlihat hanya calon wakilnya Muchlis Sangaji yang datang bersama rombongan sekira pukul 23.32 WIT. Upaya ini juga terganjal oleh aturan KPU.
 
Sebab, selain tak dihadiri calon bupati, tim pemenangan juga tidak bisa menghadirkan dua pengurus partai pengusung tingkat kabupaten yakni Berkarya dan PKPI, hanya partai Gerindra yang dihadiri pengurus kabupaten. 
 
Tim pemenang justru menghadirkan pengurus PKPI tingkat provinsi, sementara Berkarya justru dihadiri kepengurusan dibawah ketua umum Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang telah dibatalkan oleh Kementrian Hukum dan HAM. 
 
Amatan wartawan malutpost.id di lapangan malam tadi, kedatangan calon tersebut hanya sebatas regisrasi daftar hadir. Meski begitu, sempat terjadi debat alod antara tim pemenang Bahrain-Muchlis dengan komisioner KPU.  
 
Kuasa Hukum Bahrain-Muchlis, Fadli Tuanane memprotes keras sikap KPU yang menolak  registrasi syarat calon yang mereka bawakan. 
 
Ketua KPU Halsel, Darmin Hi. Hasyim tetap meminta tim pemenang menghadirkan pimpinan partai Berkarya dan PKPI tingkat kabupaten sebagaimana isyarat dalam PKPU nomor 1 Tahun 2020 yang mengharuskan ketua dan sekertaris partai pengusung wajib hadir saat pendaftaran calon kepala daerah. Sikap KPU ini diprotes sejumlah pendukung Bahrain-Muchlis. 
 
"Saya sampaikan bahwa KPU menolak petahana mendaftar, jadi kami minta untuk dibuatkan berita acara penolakan," teriak Fadli Tuanane tim hukum Bahrain-Muchlis.
 
Menanggapi itu, Ketua KPU Halsel, Darmin Hi. Hasim menjelaskan, KPU bersandar pada aturan PKPU nomor 1 Tahun 2020 yang mengharuskan pimpinan parpol tingkat kabupaten yakni ketua dan sekretaris wajib dihadirkan saat pendaftaran. 
 
"Ini masih ranah partai politik belum pada ranah kuasa hukum, jadi KPU belum bisa membuat surat penolakan karena belum terdaftar di KPU," kata Darmin kepada malutpost.id, Ahad (6/9/2020) malam tadi. 
 
"Harus dilengkapi syarat sesuai petunjuk PKPU dengan waktu yang diberikan tinggal 3 menit karena waktu pendaftaran berakhir tepat pukul 00.00 WIT," tegas Damrin. 
 
Sementara bakal calon wakil bupati Halsel, Muchlis Sangaji diwawancarai awak media, memilih legowo sebagaimana syarat KPU dengan batas waktu pendaftaran yang tersisa beberapa menit.
 
"Yang pasti kita mengikuti apa yang menjadi perdebatan pendukung saya," jelasnya. Setelah tim Bahrain-Muchlis tak bisa memenuhi syarat pendaftaran hingga batas akhir, KPU akhirnya secara resmi menutup tahapan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Halsel 2020.
 
Tepat pukul 00.15, Ketua KPU Halsel Darmin Hi Hasim langsung memimpin rapat penutupan pendaftaran bapaslon pilkada Halsel tepat pukul. 
 
Sementara pendaftaran bapaslon Pilkada Halsel di KPU juga dipantau langsung anggota KPU Malut, Mohtar Alting. 
 
Di tolaknya, pendaftaran Bahrain-Muchlis memastikan pilkada Halsel hanya diikuti oleh dua konstestan yang telah terdaftar yakni pasangan Usman Sidik-Ali Bassam Kasuba yang diusung PKB, PKS, PSI, Demokrat,  PAN, Golkar, PDIP, PKPI dan Berkarya. Sementara pasangan Helmi Umar Mucksin-Laode Arfan diusung Nasdem, Hanura dan partai pendukung Gelora. Artinya, partai Gerindra yang mengantongi 3 kursi di parlemen hanya penonton dalam Pilkada serentak 2020. (sam)
 
 
 
 
-
Peliput : Samsir Hamajen
Editor   : Ikram