Pilkada Malut Dibawah Bayang-Bayang Korona, Penjelasan Epidemiolog

Ilustrasi kerumunan massa saat kampanye. (Foto: Detik)

Ternate, malutpost.id – Tahapan pelaksaaan pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara sudah dimulai.  Pesta 5 tahun sekali itu akan digelar ditengah  pandemi covid-19 dan berpotensi menjadi klaster baru penularan virus tersebut. Ini terlihat dari ramainya massa pendukung pasangan calon saat pendaftaran 4-6 September 2020.

“Yang jelas Pilkada tahun ini akan menarik kerumunan dan sangat berisiko karena akan ada euforia,” tutur Kepala Seksi Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL) BTKL Kelas II Manado, Sulawesi Utara Fifie F. Polak dilansir dari tandaseru.com, Rabu (9/9/2020).

Fifie berujar, pelaksanaan kontestasi politik yang puncaknya berlangsung 9 Desember 2020 itu sejauh ini belum memiliki kesiapan optimal dalam antisipasi korona. Kondisi itu, kata Fifie bakal berdampak pada penularan virus yang terjadi secara mudah dan masif. ”Sehingga Pilkada serentak 2020 berpotensi besar menciptakan lonjakan kasus covid-19 di Maluku Utara,” ungkap Fifie.

Fifie bilang, Pilkada kali ini akan sulit menerapkan protokol kesehatan saat kampanye dan kegiatan lainnya. Apalagi pendukung paslon sudah tidak lagi menghiraukan protokol covid-19.

“Tentu dengan event seperti ini maka semua pasangan calon maupun tim pemenangan harus bisa mensosialisasikan kepada pendukungnya untuk menerapkan protokol kesehatan, tetap jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan. Jika tidak maka akan tetap berisiko penularan,” tegasnya.

Epidemologi menilai, lanjut Fifie, peluang kluster Pilkada kemungkinan besar jika masyarakat dan pendukung tidak lagi mematuhi protokol.

"Yang jelas kami dari epidemiologi menilai hal ini jika tidak menerapkan protokol kesehatan maka akan ada kluster penularan covid-19 di Pilkada tahun ini," pungkasya.

Sementara berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut mencatat jumlah pasien positif hingga 7 September 2020 berjumlah 1896 orang, kasus sembuh 1579 dan meninggal dunia 67 kasus. (ikh)

 

 

-

Peliput : Tim

Editor : Ikram