Tiga Bakal Calon di Malut Tertular Covid-19, Ini Penjelasan dr. Alwia

dr. Alwia Assagaf. (Foto: Ikh/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id – Tiga bakal calon kepala daerah di Maluku Utara diketahui terpapar virus korona atau covid-19. Calon tersebut berasal dari Kota Ternate, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan. 

Ini diungkapkan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Maluku Utara, Dewi Mufidatul Ummah usai melakukan pemeriksaan psikotes terhadap cakada, Kamis (10/9/2020).

Menurut Dewi pemeriksaan psikologi dilakukan sejak Senin 6 September 2020 dan telah memasuki hari keempat pada Kamis (10/9/2020) hari ini. Dia bilang,  pasangan balon kada di Malut berjumlah 46 orang, namun baru 29 orang menjalani pemeriksaan.

“Total di hari keempat ini sudah 29 orang yang, padahal yang harus kami periksa itu ada 43 orang. Kenapa 43, karena 3 orang sudah terkonfirmasi positif (covid-19) artinya akan melakukan psikologi di tahap kedua nanti sekitar  21 atau 22 September 2020,” jelas Dewi kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, jadwal pemeriksaan psikologis terakhir dilakukan pada Jumat (11/9/2020) besok yang diikuti 14 bacakada di Malut. Untuk Ternate lanjut Dewi, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 5 calon dan tersisa 3 orang.

“Yang jelas Ternate kan satu orang positif jadi kami harus lakukan pemeriksaan 7 orang,” jelasnya.

Dewi berujar, untuk calon yang terkonfirmasi positif baru bisa menjalani pemeriksaan psikologi setelah 10 hari menjalani isolasi mandiri.

“Jadi aturannya jika ada pasangan calon yang terkonfirmasi positif, maka harus menjalani karantina atau isolasi, nah untuk paslon yang positif ini hasilnya mungkin baru diketahui tanggal 7 (September) jadi nanti tanggal 17 ke atas tapi jadwalnya belum dirilis RSUD Chasan Bosoerie,” jelasnya sembari mengaku tidak mengetahui siapa paslon yang terinfeksi virus. ”Yang jelas kami hanya memeriksa paslon yang aman, jadi kami tidak tahu yang negatif siapa dan positif siapa,” pungkasnya. 

Sementara ketua tim pengarah pemeriksaan kesehatan balon kada, dr Alwia Assagaf menuturkan, hasil pemeriksaan swab akan disampaikan secara resmi oleh tim pemeriksa ke KPU Malut setelah diplenokan.

Dia bilang, pemeriksaan sampel swab dilakukan sebelum balon kada menjalani pemeriksaan kesehatan yang dimulai 7-11 September. ”Karenanya balon hanya dihimbau periksa swab tanpa surat pengatar dari KPU. Surat pengantar itu hanya digunakan saat periksa kesehatan,” jelas Alwia, Kamis (10/9/2020).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Maluku Utara itu bilang, pemeriksaan swab tes baln kada ini dilakukan secara mandiri, sehingga hasil swab akan diserahkan langsung ke masing-masing balon kada. “Nanti mereka (paslon) yang sampaikan ke KPU, jadi untuk hasil silahkan tanya ke KPU,” pungkas mantan Juru Bicara Gustu Covid-19 Malut itu. (ikh)

 

-

Peliput : Alfandi Bambang

Editor   : Ikram