Mentahkan Rekomendasi Bawaslu, KPU Halut di DKKP

Irfan Soekoenay. (istimewa)

Tobelo, malutpost.id -- Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menetapkan pasangan Frans Manery dan Muchlis Tapi Tapi (FM-Mantap) menjadi pasangan calon serta serta keputusan Frans Manery tidak terbukti melakukan pelanggaran administrasi pemilu berbuntut panjang.

Tim paslon Joel B. Wogono-Said Bajak (JOS) mengadukan KPU ke Bawaslu Halut soal putusan penetapan FM-Mantap sebagai paslon. Sedangkan, pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait putusan KPU yang menyatakan cabup Frans tidak terbukti melanggar administrasi menggunakan jabatan dan kewenangannya.
 
Ketua tim JOS, Irfan Soekoenay kepada malutpost.id menyatakan, gugatan ke Bawaslu telah disampaikan beberapa hari lalu.
 
"Kami tetap melakukan upaya hukum. Kita sudah masukan gugatan ke Bawaslu soal penetapan FM-Mantap sebagai paslon oleh KPU," kata Irfan, Selasa (29/9/2020).
 
Menjelaskan, langkah hukum tersebut lantaran, putusan KPU tersebut melanggar Peraturan KPU Nomor 1 tahun 2020 pasal 89 huruf b. Makanya, kewenangan Bawaslu ini menjadi sengketa Pemilu. 
 
"Biarkan saja Bawaslu yang menetapkan, apakah diterima atau tidak," ucapnya.
 
Irfan berharap, Bawaslu tetap menjaga sikap independen dalam setiap keputusan serta tidak takut dengan tekanan-tekanan dari berbagai pihak.
 
"Tetapkan saja sesuai aturan yang berlaku," katanya.
 
"Kita DKPP lima komisioner KPU sementara disiapkan," tegasnya.
 
Dia bilang, selain timnya, DPP PDIP maupun PKB sebagai partai pendukung juga ikut memantau perkara tersebut. 
 
"DPP PDIP dan PKB juga akan melakukan intervensi terkait putusan ini," pungkasnya.(cr-04)
 
 
 
 
-
Peliput : Ramlan Harun
Editor   : Ikram