Diduga Aniaya Warga, Ketua Tim dan Pendukung HT-Umar Dipolisikan

Salah satu korban dugaan kekerasan oleh pendukung Paslon HT-Umar, Sabtu (3/10/2020). (istimewa)

Sanana, malutpoat.id -- Ketua tim kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-Umar), Bustamin Sanaba dan dua pendukung HT-Umar dilaporkan ke Polres Kepsul, Sabtu (3/10/2020). Laporan terhadap pendukung pasangan nomor urut 1 itu atas dugaan penganiayaan terhadap warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah. 

Insiden penganiayaan itu  terjadi saat paslon HT-Umar berkampanye di Desa Capalulu siang tadi (3/10).

Bustamin diduga melempari korban bernama Ramang Lek menggunakan botol air mineral berisi air mengenai wajah korban yang mengakibatkan memar. "Bustamin lempar itu di lokasi kampanye," kata Sahrul Ipa keluarga korban usai melapor di Polres Kepsul.

Sebelumnya, tim HT-Umar yakni Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk diduga keroyok Sidik Sangaji warga Capalulu karena dinilai menghalangi kampanye HT-Umar.

"Iksan Kaunar tikam Sidik Sangaji menggunakan kayu lata dan sobek di bagian kiri paha. Apile Umahuk pukul Sidik Sangaji menggunakan tangan di bagian kepala sehingga bengkak," jelas Sahrul.

Menurut Sahrul, dirinya bersama sebagain warga Capalulu hanya bermaksud menagih janji Bupati terkait asrama mahasiswa di Ternate dan masalah dana desa."Jadi bukan kami menghalangi mereka berkampanye. Dan itu jauh dari lokasi kampanye. Tapi ada tim HT-Umar juga ngotot sehingga tejadi adu fisik yang menimbulkan korban," ucapanya.

Atas insiden tersebut, sehingga Sahrul menempuh jalur hukum. Laporan kasus itu termyat dalam surat tanda laporan polisi dengan nomor : STTLP/168/X/2020/SPKT, terkait dugaan penganiayaan oleh Bustamin Sanaba dan Nomor : STTLP/169/X/2020/SPKT, terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk "Selaku keluarga, kami meresa dirugikan. Karena itu kami laporkan ke pihak yang berwajib," ujarnya.

Usai melaporkan, Sahrul bersama dua korban menuju RSUD Sanana guna melakukan visum. Sementara Bustamin dikonfirmasi malutpost.id, mengaku belum bisa memberikan keterangan resmi.

"Kita akan berikan informasi resmi setelah melakukan kajian hukum bersama tim advokat kami," singkatnya.

Sedangkan dalam video yang beredar di media sosial, Bustamin yang juga mantan Ketua KPU Kepsul itu mengaku kecewa dengan pihak keamanan dan Bawaslu.

"Kami dari tim paslon nomor urut satu sangat Kecewa dengan proses keamanan di sini (lokasi kampanye)," tuturnya sembari mengusir petugas Pengawas Desa yang ada di dalam tenda kampanye. (cr-01)

 

 

-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram