Lima Pendemo Omnibus Law Ternyata Reaktif Rapid Test

Konferensi pers di Mapolres Ternate, Jumat (9/10/2020). (Foto: Hasbi/malutpost.id))

Ternate, malutpost.id - Lima pendemo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Ternate, Maluku Utara yang diamankan polisi ternyata reaktif rapid test

Kelima orang berstatus mahasiswa tersebut kini telah dipisahkan dari 23 pendemo  lainnya yang ditangkap di Polres Ternate. 

“Mereka sudah kami pisahkan,” kata Kabid Dokkes Polda Malut, Kombes (Pol) Subur dalam konfrensi pers yang didampingi Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada di Polres, Jumat (9/10/2020).

Lima orang yang dinyatakan reaktif rapid test tersebut selanjutnya akan dilakukan pengambilan swab test Covid-19.

“Lima orang yang reaktif itu tadi siang sudah dibawa ke RSUD Ternate untuk dilakukan swab test, dan hasilnya nanti diketahui beberapa hari kemudian,”tuturnya.

Menurut Subur, unjuk rasa tersebut ada 14 orang tercatat menjadi korban dengan rincian, 8 mahasiswa, 1 wartawati dan 5 anggota Polri.

“12 orang mengalami luka karena kena lemparan batu dan 2 orang lainya terkena gas air mata,” katanya.

Semantara, Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada melalui Kasat Reskrim AKP Riki Arinanda menjelaskan, kelima orang yang reaktif masih diamankan di Mapolres Ternate.

Mereka kemungkinan akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

“Nanti kita lihat, kalau memang harus isolasi mandiri di rumah maka orang tua mereka akan menjadi jaminan,”pungkasnya. (aby)

 

 

-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram