Bantah Miliki Sabu, Tersangka Narkoba Tantang BNNP Malut

Tersangka AK alias Ono (pakai songko) saat memberikan keterangan kepada wartawan di depan kantor BNNP Malut, Senin (23/11/2020). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Tersangka AK alias Ono membantah barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2,86 gram yang diamankan BNNP Malut adalah adalah miliknya. Ono menyampaikan itu kepada sejumlah awak media usai konferensi pers yang dipimpin kepala BNNP Malut, Kombes Pol Roy H Siahaan di kantor BNNP, Senin (23/11/2020).

"Barang yang dibilang dua koma berapa itu bukan barang saya," kata Ono sambil dikawal anggota BNNP Malut menuju ruang tahanan.

Kontraktor asal Kepulauan Sula yang kini berstatus tersangka itu menuturkan, barang bukti narkoba itu diamankan di salah satu jasa pengiriman barang yang merupakan milik oknum polisi yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia mengaku, tidak tahu-menahu soal barang bukti yang sebagaimana dituduhkan kepadanya karena bukan miliknya. Ono mengungkapkan, yang mengetahui tentang hal itu adalah orang-orang yang mendatangi rumahnya saat itu.

"Kalau bukan petugas penangkapan berarti si Husmin (DPO) itu, karena saya tidak memiliki barang itu," ungkap Ono.

Ia bahkan menantang, BNN untuk membuka bukti percakapan dirinya dengan Husmin untuk mengungkapkan siapa pemilik barang harap tersebut. "Kalau dibilang kita sebagai pemesan. Coba buka rekaman saya dengan Husmin suruh penyidik buka percakapan. Jangan di hari itu tapi sebulan atau seminggu yang terkait dengan kapan saya kasih Husmin duit dan kapan saya tanyakan barang sudah dikirim atau belum," tandas Ono.

Untuk diketahui, oknum polisi berinisial HA alias Husmin yang kini menjadi DPO BNNP Malut itu melarikan diri saat dirinya diantar oleh petugas BNNP ke tempat tersangka Aunurofiq Kemhay alias Ono di kelurahan Bastiong Karance saat itu. Pasca kabur setelah ditangkap, petugas hingga kini belum bisa melacak keberadannya. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram