Terendus, Ada Paslon yang Mengatasnamakan Bantuan Pemkot

Nuryadin Rahman. (Foto: Ikh/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Salah satu pasangan calon wali kota Ternate diketahui mengaku sumbangan Pemerintah Kota Ternate atas namanya. Sumbangan itu terkait pembebasan lahan kuburan warga Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Nuryadin Rahman mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga Kelurahan Kampung Pisang bahwa, ada paslon tertentu yang mengaku telah membebaskan lahan kuburan umum warga. Padahal, kata Nuryadin, lahan tersebut dibebaskan oleh Pemkot Ternate dan warga setempat.

"Jadi klaim dari paslon tertentu bahwa mereka yang membebaskan lahan itu tidak benar, karena itu murni warga dan pemerintah yang sama-sama bebaskan," kata Nuryadin kepada malutpost.id, Kamis (3/12/2020).

Nuryadin bilang, pihaknya perlu menyampaikan ke publik karena tidak ingin pemerintah dibawa-bawa dalam politik. Di katakannya, lahan untuk kuburan warga Kampung Pisang dibebaskan dari pemilik lahan seharga Rp 500 juta. Warga setempat dengan sukarela mengumpulkan uang untuk membayar lahan tersebut. Belakangan, kata Nuryadin, warga meminta bantu pemerintah karena kekurangan dana.

"Jadi warga berpartisipasi mengumpulkan uang, tapi karena masih kurang jadi pemerintah bantu Rp200 juta, dan sekarang pemerintah sementara mengurus sertifikatnya, itu membuktikan bahwa tidak ada partisipasi dari paslon tertentu," ujar Nuryadin tanpa menyebut nama paslon tersebut.

Dia mengungkapkan, kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Tobololo, Kecamatan Ternate Barat dimana pemerintah juga hendak melakukan pembebasan lahan perkuburan warga. Namun, ada informasi dari warga bahwa paslon lainnya juga mengaku telah membebaskan.

"Jadi kita pending dulu, tadinya mau kita bebaskan, tetapi karena informasi dua kejadian ini jadi saya usulkan ke Pa Wali kita tunda sampai pilkada selesai dulu," katanya.

Nuryadin berujar, Pemkot saat ini ikut berpartisipasi membebaskan lahan perkuburan di sejumlah kelurahan. Di sisi lain, pihaknya juga telah membebaskan lahan hampir satu hektar untuk perkuburan umum masyarakat Ternate di Kelurahan Maliaro. Rencananya, tahun depan Pemkot bakal membebaskan lahan seluas 2 hektar untuk mengantisipasi keterbatasan lahan di TPU Kelurahan Santiong saat ini.

"Karena kepadatan lahan kuburan di Santiong ini maka pemerintah sudah menyiapkan lahan yang baru di Maliaro, nantinya akan dibagi 3, untuk warga dengan penyakit menular, untuk muslim dan beberapa agama lainnya yang ada di Ternate," pungkasnya. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram