Penjelasan KIPP soal Tudingan Pengalihan Suara di Pilwako Ternate

Nurdin I. Muhammad. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Kubu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Ternate nomor urut 03 melalui tim hukumnya menilai terjadi kecurahan saat pencoblosan pada 9 Desember 2020 lalu.

Hal itu dibantah oleh Komite Independen Pemantau Pemilu(KIPP) Maluku Utara. Ketua KIPP Malut Nurdin I. Muhammad mengaku, hasil pengamatannya pada tahapan pencoblosan secara umum berlangsung aman. Justru, menurut Nurdin, pelanggarannya umumnya masih terjadi pada penerapan protokol Covid-19.

"Ini yang belum dilakukan secara ketat. Untuk pelanggaran lainnya sejauh ini belum ditemukan dan belum ada laporan masyarakat ke kami," kata Nurdin, kepada malutpost.id.

Soal klaim kecurangan seperti pengalihan suara, menurut Nurdin, dugaan tersebut perlu pembuktian secara materil, sehingga jika benar terjadi bisa dilakukan melalui penegakkan hukumnya oleh Bawaslu Kota Ternate.

Namun, dia menilai, kecurangan tersebut sangat tidak mungkin terjadi karena ketatnya pengawasan. "Selain itu menurut saya, sangat tidak mungkin ada pengalihan suara ditengah pengawasan ketat dari jajaran pengawas maupun masing-masing saksi paslon. Apalagi sistem rekapitulasi yang berjenjang sangat kecil kemungkinan pengalihan suara," paparnya.

Di sisi lain, lanjut Nurdin, masyarakat sudah dengan mudah melihat bahkan memantau sendiri tahapan pungut hitung yang berlangsung di TPS maupun PPK. "Jadi sangat kecil kemungkinan itu," pungkas Nurdin. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram