Petugas Kebersihan Diberhentikan Gara-gara Tak Dukung MHB-GAS

Ilustrasi petugas kebersihan. (Prayogi/republika)

Ternate, malutpost.id -- Pemilihan kepala daerah di Kota Ternate selalu diwarnai dengan intimidasi dan pemberhentian terhadap tenaga kontrak dan PTT yang tidak sejalan dengan pimpinannya.

Nasib itu pula yang kini dialami petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Sejumlah petugas kebersihan diberhentikan oleh pejabat di dinas tersebut lantaran dianggap tidak memilih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 03 Muhammad Hasan Bay-Asghar Saleh (MHB-GAS).

"Ia saya diminta untuk istirahat begitu saja, karena ada laporan bahwa saya tidak mendukung paslon mereka," kata salah satu petugas kebersihan yang menolak namanya dipublikasikan, Selasa (14/12/2020).

Dia menceritakan, jauh sebelum diberhentikan, dirinya bersama rekan-rekannya dikumpulkan oleh salah satu kepala bidang berinisial YK dan Kepala Seksi Pengakuan Sampah berinisial AS di tempat pembuangan akhir (TPA), Kelurahan Takome, Ternate Barat.

Di tempat mereka lalu diarahkan untuk mendukung paslon MHB-GAS pada 9 Desember 2020.

"Kemudian ada tim (MHB-GAS) di kampung lapor saya ke pimpinan di dinas bahwa saya dan istri mendukung paslon lain, makanya sehari jelang pencoblosan saya lalu diberhentikan, saya sudah datang tanya juga di kantor tapi mereka tetap tidak memberikan kejelasan nasib saya," katanya.

Dia mengaku, telah didampingi oleh Alumni Kontras sekaligus Cendekia Institut Pemerhati Pendidikan Demokrasi untuk melapor ke Ombudsman Malut.

Direktur Cendekia Institut Pemerhati Pendidikan Demokrasi, Salim Albaar menyayangkan sikap arogansi yang ditujukan oleh pejabat tersebut. Menurutnya, sikap pejabat tersebut telah menyalahgunakan wewenang dan merugikan orang lain.

"Hal tersebut telah menyalahi aturan yang mana bagi saya sudah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia, Red)," tegas Salim.

Untuk itu, lanjut Salim, dirinya meminta wali kota untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum- oknum yang telah menyalahgunakan jabatannya.

"Mereka ini pahlawan Adipura mengapa ada tindakan seperti ini, kasihan keluarga mereka yang berharap dari pekerjaan ini untuk menghidupi keluarga," tegasnya.

Selain itu, ada juga petugas penyapu jalan dan penanganan pohon juga bernasib sama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate Toni Ponto, saat dikonfirmasi mengaku, telah mengetahui masalah tersebut. Kata Toni, pihaknya baru tahu kemarin. Sehingga telah memanggil beberapa kepala bidang dan kepala seksi.

Namun tidak langsung membuat keputusan, Toni berjanji akan memanggil beberapa tenaga kebersihan dan sopir untuk meminta klarifikasi lagi baru bisa memutuskan.

"Masalahnya terjadi sebelum saya di DLH. Jadi saya juga baru tahu," katanya.

Kendati begitu, Toni memastikan akan menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, apalagi sampai dikaitkan dengan masalah politik.

"Saya tegaskan, jangan ada yang mengait-ngaitkan masalah politik di internal DLH. ini hanya soal miss komunikasi, dan akan segera terselesaikan. Saya pastikan, tukang sapu, sopir dan pemangkas pohon adalah ujung tombak dinas ini. Tanpa mereka kota ini akan tidak bisa terurus, karena itu tidak akan ada yang dikeluarkan. Jika memang mereka ada kesalahan, akan ada jalan yang ditempuh untuk diselesaikan," pungkasnya. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram