Oknum Polisi Narkoba Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka saat digiring oleh anggota BNNP Malut dalam konferensi pers, Jumat (20/12/20209. (Foto: Hasbi/mal

Ternate, malutpost.id -- Husmin Arif akhirnya ditahan di sel tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara.

Oknum polisi berpangkat Bripka itu ditahan karena sempat menjadi buronan selama 56 hari. Ia ditangkap di Surabaya pada Selasa (15/12/2020).

Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dalam konferensi pers mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai DPO, tersangka pernah ditangkap pada, Selasa (20/10/2020) namun akhirnya tersangka berhasil melarikan diri dari anggota BNNP Malut.

Tersangka kemudian menuju Tobelo, Halmahera Utara melalui pelabuhan semut Kelurahan Mangga Dua, Ternate menuju Sofifi. 

Dari Tobelo, tersangka berangkat ke Surabaya Jawa Timur menumpangi kapal barang tujuan pelabuhan Gresik, Surabaya. "Sesampainya di Surabaya, tersangka menuju ke rumah kerabatnya di Kota Malang," kata Roy, Jumat (18/12/2020).

Tersangka diketahui menginap beberapa hari di Kota Malang. Kemudian dari Malang, tersangka menuju ke Kota Banyuwangi. Beberapa hari di Banyuwangi, ia kembali ke Surabaya dan menginap di dua hotel berbeda di Surabaya.

Namun, pelarian tersangka itu terhenti di Kota Surabaya karena ditangkap oleh tim Dakjar gabungan dari BNN RI, BNNP Jawa Timur dan BNNP Malut di hotel Haris Surabaya pada, Selasa (15/12).

Jenderal polisi bintang satu itu menambahkan, untuk memuluskan pelariannya, tersangka memalsukan identitasnya dengan membawa KTP milik adiknya serta membawa ATM.

Bahkan selama berada di Surabaya, tersangka menjalani rapid test dengan membawa nama adiknya berdasarkan KTP tersebut. Dia juga mengganti nomor ponsel.

"Tersangka ini pengedar. Hasil urinnya positif," kata Roy Hardi Siahaan.

Roy menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka sudah 12 kali terlibat dalam penyalahgunaan narkoba baik sebagai kurir maupun pengguna narkoba.

Atas perbuatan itu tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," ujar Roy. Barang bukti yang didapat dari tersangka itu adalah sebanyak 20,18 gram. "Tapi sudah dipisah-pisah," tandas Roy. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram