Pentolan Mucikari Online Dituntut 9 Bulan Penjara

Ilustrasi prostitusi online. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Terdakwa mucikari bisnis prostitusi online, AH alias Diva dituntut hukuman 9 bulan oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ternate. Diva sebelumnya didakwa mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul terhadap sejumlah perempuan.

Tuntutan itu dibacakan JPU Junaedy dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Ternate yang dipimpin Hakim Ketua Toni Irfan, Selasa (22/12/2020). "Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhi pidana penjara kepada terdakwa selama 9 bulan penjara," kata Junaedy.

Menurut Junaedy, Diva terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul terhadap orang lain sebagaimana dakwaan tunggal jaksa dalam Pasal 296 KUHP.

"Pidana yang dituntut dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara," ujar jaksa.

Untuk diketahui, pria kemayu 22 tahun itu ditetapkan tersangka karena diduga menjalankan bisnis prostitusi online. Ia digrebek petugas polisi di rumah kontrakannya beberapa saat lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti yang ikut diserahkan diantaranya uang tunai sebesar Rp 500 ribu dan 1 unit ponsel merk iPhone.

Terdakwa yang dikenal sebagai pentolan grup prostitusi online itu ditangkap di salah satu rumah kontrakan di Kelurahan Marikurubu pada 9 September 2020 lalu. Rumah tersebut diduga menjadi markas Diva menjajakan perempuan kepada pria hidung belang. Diva diduga menjadi mucikari yang memudahkan perbuatan pencabulan.

Saat ditangkap, Diva sempat kabur melalui jendela. Untuk mengelabui polisi, Diva mencoba kabur dengan menggunakan hijab. Namun petugas berhasil membekuknya pada pukul 07.30 WIT saat tengah melintas dengan sepeda motor di lingkungan Tanah Masjid, Kelurahan Kalumpang. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram