Pria Beristri Berulang Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Begini Modusnya

Ilustrasi. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- AR alias Ardian, warga Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara akhirnya dipolisikan. Pria 19 tahun itu dipolisikan karena diduga menyetubuhi anak dibawa umur. Korbannya merupakan pelajar dan masih berusia 17 tahun.

Kejadian itu terbongkar saat ibu korban mempergoki pelaku yang saat itu berada di depan pintu kamar korban. Pelaku diketahui memaksa korban untuk keluar bersamanya, namun korban menolak.

Awalnya, pelaku menerobos masuk ke rumah korban secara diam-diam dengan merusak pintu dapur. Ia lalu menyelinap dari atas plafon menuju kamar korban dan merusak plafon kamar untuk memastikan korban berada di kamar atau tidak.

Aksi pelaku diatas plafon itu terdengar oleh ibu korban. Ia lalu keluar dan melihat pelaku sudah berada di depan pintu kamar korban. "Setelah di introgasi, pelaku mengaku telah menyetubuhi korban makanya orang tua korban langsung membawa pelaku ke Polsek," kata Kapolsek Ternate Utara, Iptu Joni Aryanto melalui penyidik Briptu Nining Karlina M hi. Asidu kepada malutpost.id, Jumat (25/12/2020).

Di hadapan penyidik, pelaku diketahui telah menyetubuhi korban sejak Januari hingga November 2020. Korban terakhir kali disetubuhi pelaku di rumah pelaku pada 30 November 2020.

Nining menuturkan, persetubuhan tersebut telah terjadi berkali-kali, bahkan hampir setiap hari. Tidak hanya itu, pria yang telah beristri itu juga mengaku pernah merekam video menggunakan handphone saat menyetubuhi korban tanpa diketahui oleh korban.

Rekaman video itu digunakan pelaku untuk mengancam korban. Bila korban tidak menuruti perintah pelaku maka pelaku akan menyebarkan rekaman video tersebut. Semenjak video tersebut ada, lanjut Nining, pelaku selalu berperilaku sesuka hati terhadap korban.

Pelaku juga sering memukul korban, membakar korban menggunakan api rokok dan meminta korban untuk setiap hari datang menemui pelaku dan selalu di setubuhi oleh pelaku. "Pelaku juga sering menyuruh korban menginap di tempat pelaku dan setiap kali menginap pelaku pasti akan menyetubuhi korban sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu malam, kemudian 1 kali lagi di pagi hari sebelum korban diantar pulang oleh pelaku," ungkap Nining.

Atas perbuatan itu, pelaku yang diketahui telah menikah itu dikenakan Pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram