Bawaslu Malut Tolak Tindak Lanjut Laporan Kecurangan Petahana Halbar, Ada Apa?

Ilustrasi sidang. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Badan Pengawas Pemilu Provinsi Maluku Utara menyatakan laporan tim hukum pasangan calon Danny Missy-Imran Lolory atas dugaan pelanggaran administrasi pemilihan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) oleh paslon James Uang-Jufri Muhammad, tidak dapat diterima.

"Iya ditolak karena melewati batas tenggang waktu," kata kuasa hukum Danny-Imran, Fadli S Tuanany Senin (28/12/2020).

Menurut Fadli, sebelum dilaporkan ke Bawaslu Malut, pihaknya pernah melapor ke Bawaslu Kabupaten, namun tidak ditindaklanjuti. Akibatnya, laporan tersebut dianggap kedaluwarsa. "Kenapa sampai lewat batas waktu, karena sebelumnya kami sudah laporkan ke Bawaslu Kabupaten tapi tidak ditindaklanjuti. Itu yang memakan waktu," jelasnya.

Fadli mengatakan, bukti-bukti yang telah dikantongi tersebut akan dijadikan sebagai bukti ke Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya. "Bawaslu Malut tidak pernah memeriksa soal TSM, jadi bukti-bukti yang kami kantongi itu kami jadikan sebagai bukti di MK," tegasnya mengakhiri.

Sementara, ditolaknya laporan tersebut diputuskan dalam sidang dengan Nomor 02/reg/L/TSM-PB/32.00/XII/2020 tertanggal 28 Desember 2020. Dalam putusan itu disebutkan, majelis pemeriksa telah melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap laporan a quo.

Dari syarat formil, pelapor memasukan laporan kepada Bawaslu Malut tertanggal 21 Desember 2020. Sedangkan berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang menyatakan,  tahapan penetapan peserta pemilihan dilaksanakan pada 23 September 2020 sedangkan tahapan pemungutan suara dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Dengan demikian, laporan pelanggaran administrasi pemilihan TSM dapat dilaporkan dari rentang waktu tanggal 23 September 2020 sampai dengan 9 Desember 2020.

Sementara, laporan pelapor berdasarkan Form model TSM.GBW-2 tanda bukti penyampaian laporan Nomor 02/PL/TSM-PB/32.00/XII/2020 disampaikan kepada Bawaslu Malut tanggal 21 Desember 2020.

"Maka terhadap laporan a quo telah melampaui batas waktu yang ditentukan. Berdasarkan analisa diatas  maka laporan dinyatakan tidak memenuhi syarat formil," demikian bunyi putusan tersebut.

Sedangkan untuk syarat materil, disebutkan oleh karena tidak terpenuhinya syarat formil laporan pelanggaran administrasi pemilihan TSM berdasarkan Pasal 13 ayat 2 Perbawaslu Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang terjadi secara TSM maka majelis pemeriksa menilai syarat materil laporan pelanggaran administrasi pemilihan TSM tidak perlu lagi dipertimbangkan.

Bahwa Bawaslu Malut terhadap hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud huruf b mengambil kesimpulan bahwa laporan pelapor tidak memenuhi syarat formil. Syarat materil laporan pelanggaran administrasi pemilihan TSM a quo tidak perlu lagi dipertimbangkan karena tidak terpenuhinya syarat formil laporan. Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin saat dikonfirmasi melalui seluler belum memberikan tanggapan perihal tersebut.(aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram