Di Pecat, Puluhan Petugas Kebersihan Kepsul Minta Keadilan

Ketua Pemuda Desa Fagudu Rosihan Buamona dan petugas kebersihan yang dipecat. (istimewa)

Sanana, malutpost.id -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara memberhentikan puluhan petugas kebersihan dan cleaning service tanpa alasan jelas. Di rumahkannya, pahlawan kebersihan ini diduga imbas dari pemilihan kepala daerah Kepsul.  

Data yang dihimpun malutpost.id, pada 2019 jumlah petugas kebersihan yang diberhentikan sebanyak 8 orang Mereka adalah Ratna Soamole, Balda Fokaaya, Nurlela Kedafota, Sutna Umarama, Suhaimi Umaternate, Sarina Sapsuha, Radia Kedafota, dan Jaima Soamole.

Mayoritas emak-emak ini berasal dari desa Fadugu Kecamatan Sanana. Bukan hanya itu, upah mereka pun tak dibayar sepenuhnya oleh bendahara Dinas Lingkungan Hidup Kepsul.

Balda Fokaaya, salah satu petugas sapu jalan ditemui di desa Fagudu menyampaikan, sisa upah satu bulan pada 2019 tak dibayar hingga kini."Tidak terima gaji satu bulan di tahun di 2019 tanpa alasan yang jelas. Bulannya saya sudah tidak ingat. Biasanya upah kami dibayar triwulan sebanyak Rp 1,8 juta. Satu bulan Rp 600 ribu. Sedangkan yang dibayar hanya Rp 1,2 juta. Artinya satu bulan tidak dibayar," katanya kemarin (5/1/2021).

Sementara, pada 2021 ini ada 10 orang petugas sapu jalan, 4 orang tim orange (petugas perbersih saluran) dan 1 petugas cleaning service di Istana Daerah Kepsul dipecat. Mereka rata-rata warga Desa Fagudu.

"Memang upah kami dibayar sesuai, tapi kami juga dipecat tanpa alasan yang jelas," ungkap Insan Papalia, salah satu petugas yang dipecat.

Dia bilang, mereka menerima surat pemecatan yang diantar ke rumah oleh pengawas."Petugas pengawas, Ifan Naipon yang datang antar SK pemecatan di rumah saya. Ketika ditanya hanya bilang bahwa ini atas perintah atasan. Entah atasan siapa saya juga tidak tahu," tutur Insan.

Sementara Ifan ditemui di kediamannya di desa Mangon Kecamatan Sanana, mengaku disuruh Sekretaris DLH Kepsul Sumanto Hamid. Dia bilang, nama-nama yang dirumahkan itu dilingkar merah. Di katakan Ifan, atasannya bilang, alasan pemberhentian karena masa kontrak telah selesai. "Saya ditelpon sekretaris. Saya ambil di rumah beliau di desa Fogi Kecamatan Sanana. Nama-nama yang diistirahatkan itu dilingkar merah," paparnya.

Ketua Pemuda Fagudu, Rosihan Buamona menduga pemecatan tersebut khususnya di 2021 ini bermotif politik. Untuk itu, dia meminta agar dinas terkait memberi penjelasan alasan pemberhentian tersebut. "Saya menduga, ini ada kaitan dengan politik. Kami minta dinas terkait memperjelas alsan pemecatan warga desa Fagudu dari kerja mereka ini," tandasnya. (cr-01)


-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram