Polres Ternate Tangkap Kakak Beradik Spesialis Pencuri Antarkota

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada saat memberi keterangan kasus pencurian, Selasa (12/1/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Tim Resmob Polres Ternate, berhasil menangkap 2 pelaku pencurian di Gereja GPdi El-Shaddai Kota Ternate, Maluku Utara.  Pelaku diketahui berinsial ST alias Elas (27) dan WT alias Wahyudi (38) merupakan kakak beradik. Selain keduanya, polisi juga masih memburu dua pelaku lainnya yang juga saudara kandung kedua pelaku.

Kapolres AKBP Aditya Laksimada, menjelaskan tim Macan Gamalama saat ini masih memburu dua pelaku lainnya yang  masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yakni IT dan MT. Dia menjelaskan, dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa 1 set keyboard Yamaha PSR S775 milik Gereja GPdi El-Shaddai dan 1 unit infokus milik Puskesmas Kalumpang.

Kapolres mengisahkan, awalnya pada Rabu 21 Oktober 2020 pukul 24.00 Wit ketiga pelaku Wahyudi, ST dan IM sedang berada dikos-kosan yang mereka tinggal di Lingkungan Toloko, Kelurahan Sangaji Kecamatan Ternate Utara. Kemudian, ST menghubungi MT melalui telepon seluler dan menyuruhnya untuk datang dikos-kosan.

MT datang menggunakan mikrolet. Mereka lalu menuju arah selatan, saat melintas di depan gereja, Wahyudi meminta MT memutar balik kendaraan karena melihat gereja tersebut dalam keadaan gelap.

"Setelah itu Wahyudi dan ST turun dari mobil dan melompat tembok gereja, lalu masuk melalui jendela samping kiri dengan cara mendorong jendela yang tertutup," jelas Aditya.

Mereka lalu mengambil satu keyboar Yamaha tip PSR-S775. Mereka lalu keluar melalui jendela yang sama dan menyimpan barang curian tersebut di kosan-kosan mereka. Awal November 2020 ST menyusul istrinya di Ambon dan sempat tinggal selama dua pekan disana. Sementara Wahyudi menetap di Ternate dan masih menyimpan barang bukti yang dicurinya itu.

"Setelah itu, pelaku ST kembali lagi ke Ternate dan bersama-sama Wahyudi menuju Ambon membawa keyboard menggunakan kapal laut KM. Dorolonda. Wahyudi kemudian menyuruh temannya di Ambon bernama H menjual dengan harga Rp 9 juta," ungkap Aditya

Belum sampai di situ, Wahyudi kembali mencuri satu infocus Sony pada Jumat 27 November 2020 sekitar pukul 02.00 WIT, di Puskesmas Kalumpang. e

Setelag menerima laporan, tim Resmob Macan Polres Ternate melakukan pengembangan, hasil petugas berhasil melacak pelaku dan dibantu Polres Ambon, polisi berhasil menangkap ST dirumah istrinya di Desa Liang RT Tanah Merah, Maluku Tengah, 2 Januari 2021. Sedangkan, Wahyudi diamankan dalam kos-kosan di Desa Tulehu, tanggal 9 Januari 2021, sekitar pukul 03.00 WIT.

"Kedua pelaku diamankan bersama-sama di Polres Kota Ambon. Kemudian pada Senin 11 Oktober 2021 sekitar pukul 04.30 WIT, dibawa oleh anggota Resmob Macan Gamalama menggunakan KM Dorolonda menuju Ternate," ujar Aditya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 363 ayat (1) ke 3 e dan ke 4 e KUHPidana subsider pasal 362 KUHP junto pasal 55 ayat (1) KUHP, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

"Untuk motif pencurian itu dilakukan, karena tersangka memerlukan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari," ungkapnya.

Hasil penyidikan sementara para pelaku merupakan spesial pencuri antarkota termasuk di Seram bagian Utara Barat, Maluku dan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ditambahkan dia, para pelaku ini juga melakukan pencurian di Ternate, Jailolo, Bacan dan Tidore."Untuk di Tidore misalnya pelaku berhasil membongkar brangkas dengan kerugian Rp 450 juta. Hanya saja, menurutnya masih akan dilakukan koordinasi dengan Polres setempat.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram