BPS: Laki-laki di Malut Lebih Banyak, Didominasi Gen Z dan Milenial

BPS Maluku Utara merilis hasil sensus penduduk 2020 di Malut, Jumat (21/1/2021). (Foto: Ramlan/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, mencatat adanya peningkatan jumlah penduduk dalam tiga dekade terakhir. Ini diungkapkan dalam rilis di Kantor BPS, Jumat (22/1/2021).

Kepala BPS Malut, Atas Perlindungan Lubis, menyatakan, sensus penduduk 2020 (SP2020) mencatat penduduk di Malut pada bulan September 2020 sebanyak 1,28 juta jiwa. "Pada tiga dekade terakhir, hasil sensus penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Maluku Utara terus mengalami peningkatan," ujar Lubis.

Terjadi penambahan 244,85 ribu jiwa atau rata-rata 24,49 ribu jiwa pertahun dari sejak 2010. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), laju pertumbuhan penduduk Malut sebesar 2,07 persen per tahun. Terdapat perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,4 persen, jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000-2010 yang sebesar 2,47 persen.

Dari 1,28 juta jiwa penduduk di Provinsi Maluku Utara, kata Lubis, sebesar 89,79 persen atau sekitar 1,15 juta jiwa berdomisili sesuai kartu keluarga. Sementara sebesar 10,21 persen atau sekitar 131 ribu jiwa lainnya berdomisili tidak sesuai KK. "Jumlah ini mengindikasikan banyaknya penduduk yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya, karena sekarang sudah tidak tinggal pada alamat yang tercatat pada KK," katanya.

Di jelaskan dia, struktur penduduk dapat menjadi salah satu modal pembangunan ketika jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Maluku Utara didominasi oleh generasi Z dan milenial serta generazi X tepat berada setelah dua generasi tersebut.

Proporsi generasi Z sebanyak 34,12 persen dari populasi dan generasi milenial sebanyak 26,95 persen dari populasi serta generasi X sebanyak 18,79 persen dari populasi penduduk Provinsi Maluku Utara.

"Ketiga generasi ini termasuk dalam usia produktif (seluruh Generasi Z sekitar 7 tahun lagi akan memasuki usia produktif) yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat percepatan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Persentase penduduk usia produktif 15 sampai 64 tahun terus meningkat sejak tahun 2000. Pada tahun 2000, kata Lubis, proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 57,91 persen dari populasi dan meningkat menjadi 69,83 persen di tahun 2020.

Perbedaan yang tajam antara persentase penduduk usia produktif dan non produktif 0 sampai 14 tahun dan 65 tahun ke atas, terlihat lebih tajam di tahun 2020. "Hal ini mencerminkan bahwa Maluku Utara mulai masuk ke dalam masa bonus demografi karena sebesar 69,83 persen penduduknya berada di usia produktif," katanya.

Pembangunan yang telah dicapai oleh Maluku Utara menurut dia, memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat salah satunya tercermin dari peningkatan usia harapan hidup penduduk.

Konsekuensi dari meningkatnya harapan hidup yaitu terjadi peningkatan persentase pada penduduk lanjut usia (lansia). Untuk persentase penduduk lansia (60 tahun ke atas) di Maluku Utara meningkat menjadi 6,94 persen di tahun 2020 dari 4,78 persen pada 2010.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2020 telah terjadi peningkatan kualitas harapan hidup di Malut dibandingkan dengan Tahun 2010 ataupun 2000.

SP2020 mencatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 657,41 ribu jiwa, atau 51,24 persen dari populasi penduduk Provinsi Malut. Sementara, jumlah penduduk perempuan sebanyak 625,53 ribu jiwa, atau 48,76 persen dari populasi penduduk Provinsi Malut.

Maka, kata dia, rasio jenis kelamin penduduk Provinsi Malut sebesar 105, yang artinya terdapat 105 penduduk laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan pada tahun 2020. Rasio jenis kelamin bervariasi menurut kelompok umur.

Pada kelompok usia hingga 69 tahun, jumlah laki-laki lebih banyak daripada jumlah perempuan. Bahkan, pada kelompok umur 65-69 tahun rasio jenis kelamin mencapai 114. Pada kelompuk umur 70 sampai 74 tahun, rasio jenis kelamin berdasarkan hasil SP2020 yaitu sebesar 99 dan pada penduduk berusia 75 tahun atau lebih memiliki rasio jenis kelamin tepat sebesar 100.

"Hasil SP2020 menunjukkan rasio jenis kelamin di tingkat Kabupaten/Kota secara umum selaras dengan level nasional, yaitu penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan," pungkasnya.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram